Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//POLRI // Video

Peredaran Benih Jagung Bisi 18 Palsu Diungkap Unit Ekonomi Polres Pasuruan, 35 Ton BB Disita!!!

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
13 Desember 2020

Para tersangka saat digelandang

Pasuruan, Pojok Kiri
Mantab Tim Unit Ekonomi Polres Pasuruan. Pasalnya, tim dalam komando Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan ini berhasil mengungkap peredaran benih jagung varietas unggul Bisi 18. Dalam pengungkapan ini, Unit Ekonomi mengamankan sekitar 35 ton benih jagung Bisi 18 palsu.


Dalam gelar perkara yang dilakukan Polres Pasuruan, Minggu (13/12), ada 3 tersangka yang digelandang, yakni Ahmad Saeroji (36) warga Dusun Krajan Kulon, Desa Palensari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Mohammad Shoqibul (32) warga Jalan Sutoyo no 88, Desa Loceret, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, dan Indra Irawan (34) warga Dusun Balongrejo, Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

Modus operandi pelaku selama memalsu produk Bisi tersebut sebagaimana dipaparkan Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq, mereka membeli benih jagung merk lain dengan harga Rp. 8 hingga 12 ribu perkilogram, kemudian pelaku memasukkan benih jagung yang mereka beli dengan harga murah itu ke dalam kemasan merek Bisi 18 lalu dijual kembali dengan harga Rp.  37  hingga Rp. 42 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Kasus CSR, Warga Pandean, Rembang Wadul Dewan
Barang Bukti yang disita

“Harga Bisi 18 asli itu harganya Rp. 75 ribu per kilogramnya, “tukas Kapolres.

Sementara kronologi penangkapan pelaku menurut Kapolres berawal saat pihaknya mendapat laporan dari PT Bisi Internasional, bahwa ada peredaran benih Bisi 18 Palsu di wilayah hukum Polres Pasuruan.

“Dalam laporan ke kami, pihak Bisi mengaku mendapat laporan dari salah satu kios di Desa Raci, Bangil bahwa ada peredaran benih jagung bisi 18 dalam kemasan 1 kilogram yang berbeda dengan benih yang selama ini diproduksi oleh PT. Bisi Internasional. Setelah mendapatkan laporan dari PT. Bisi Internasional itu, kami lalu melakukan penelusuruan, “papar Kapolres.

Hasil penelusuran yang dilakukan Unit Ekonomi Polres Pasuruan, didapati seseorang bernama Khusaeri sedang mengantarkan barang ke kios Raci. OLeh unit Ekonomi, pria itu lalu ditangkap.

Dari tangan Khusaeri, Unit Ekonomi Polres Pasuruan mendapati benih Bisi 18 palsu sebanyak 4 kwintal dengan kemasan 1 kilogram.

Baca Juga :  Nikmati Kopi Di Malam.Jum'at, Kapolres Pasuruan Dan Wartawan Sama-Sama "Ngelempo", Ini Cara Indah Jalin Kedekatan Dengan Awak Media

Setelah melakukan interogasi atas Khusairi, Tim Ekonomi Polres Pasuruan lalu mendapatkan kepastian tempat produksi bibit jagung Bisi 18 palsu yang ada di Nganjuk.

“Atas informasi yang kami dapat, tim lalu saya perintahkan untuk melakukan pengejaran di wilayah Nganjuk, “ucap Kapolres.

Hasilnya, tim lalu mendapati 3 tersangka sebagai otak produksi. Kini ketiga pelaku beserta barang bukti 35 ton benih jagung Bisi 18 palsu diamankan di Mapolres Pasuruan.

Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 115 UU RI NO. 22 Tahun 2019 Tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan dengan ancaman 6 tahun penjara, serta pasal 100 UU RI NO. 20 Tahun 2016 Tentang Merk dan Indikasi Grografis ancaman hukuman 5 tahun penjara. Para tersangka kini sudah meringkuk dalam sel tahanan. (Lis)

Sudah dibaca : 88 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri




close