Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Aktivis // Pilwali // Politik

Lujeng Sebut Ada Cukong Politik Di Pilwali Kota Pasuruan, Siapa Yang Dimaksud? Ada Kata Kunci “Calon Boneka”

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
20 November 2020

Lujeng Sudarto, Direktur Pusaka

Pasuruan, Pojok Kiri
Lujeng Sudarto, Direktur Pusat Study Advokasi dan Kebijakan (PUSAKA) Jum’at sore (20/11) sekira pukul.14.00 WIB mendatangi kantor Bawaslu Kota Pasuruan di jl. Panglima Sudirman.


Lujeng tidak sendiri, ia didampingi sejumlah anggota LSM lain.

Kedatangan Lujeng, saat ditanya wartawan, ia mengaku memberikan support moral kepada Bawaslu terkait pengawasan di Pilwali Kota Pasuruan yang saat ini sedang berlangsung.

Ditemui Dua anggota Bawaslu, Muhris dan Titin, Lujeng lalu menyampaikan berbagai support moral agar Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan lebih berani khususnya mengenai adanya cukong yang menyetir Paslon.

“Peran cukong ini sangat besar, ia mampu menjadikan Paslon layakya boneka politik. Ia yang nantinya menyetir jalannya kebijakan pemerintah, sehingga calon terpilih bisa terperosok dalam jurang pidana karena menuruti kemauan sang cukong, “ujar Lujeng.

Siapa yang dimaksud cukong oleh Lujeng? Mereka menurut Lujeng adalah kaum pemodal.

Baca Juga :  Ketika WDP Jadi Gorengan Politik "Ada Yang Lupa, Meski Berkali-Kali Dapat WTP, Ternyata Masuk Bui Juga"

“Siapapun orang yang terlibat dalam mensupport modal besar untuk Paslon adalah cukong. Ini sangat berbahaya bagi kelangsungan pemerintahan yang dipimpin oleh calon boneka yang disetir oleh cukong, “ucapnya.

Kubu mana yang dimaksud disetir oleh cukong? Lujeng tidak mau menjelaskan itu.

“Silahkan tafsirkan sendiri, yang jelas jangan sampai kasus Setiyono 2015 lalu terjadi lagi. Untuk itu Bawaslu harus berani bertindak jika ada indikasi politik uang yang masif, “tandas Lujeng.

Soal arahan Lujeng agar menafsirkan sendiri siapa Paslon yang disetir oleh cukong, ada kata kunci yang perlu dikasih tulisan tebal, yakni sebutan calon boneka seperti yang terlontar dari mulut Lujeng Sudarta. (Lis)

Sudah dibaca : 120 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri




close