Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Kejaksaan // KPK // Kriminal // LSM // Pemerintahan // Peristiwa // Pers // POLRI // Video

LSM GMBI Desak Penegak Hukum Tetapkan Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki Sebagai Tersangka Kasus PSSI Tahun 2015

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
10 November 2020

Ashari GMBI, saat menunjukkan copy surat yang sudah dikirim

Pasuruan, Pojok Kiri
Ketua Distrik Pasuruan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Ashari mengaku heran dengan sikap penegak hukum yang membiarkan Ismail Marzuki Hasan, Politisi PKB Kota Pasuruan yang saat ini menjabat ketua DPRD Pasuruan bebas berkeliaran. Padahal sudah ada perintah hakim kepada jaksa untuk meningkatkan status Ismail Marzuki yang semula sebagai saksi untuk dijadikan tersangka.


Penetapan di Bulan Februari 2020 itu entah kenapa hingga sekarang belum ada reaksi kejaksaan untuk menindaklanjuti.

Catatan penting dalam persidangan di PN Tipikor tersebut hingga kini masih menjadi endapan api yang bisa menyembur kapan saja. Sebab dalam sidang saat itu, ada fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan dan tertayang di sejumlah media, bahwa dari kasus dana hibah PSSI tahun 2015 senilai Rp 3,8 miliar, beberapa saksi menyebut ada penyerahan uang ke Ismail.

Baca Juga :  Kenapa Ningsih Tinampi 'Digiring' Ke Tim Pakem? Apakah Masuk Kategori Aliran Kepercayaan Atau Keagamaan?

Atas fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan itu, majelis hakim pun meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar meningkatkan status Ismail yang semula saksi menjadi tersangka.

Namun hingga November 2020 ini, permintaan hakim belum dilaksanakan oleh Kejari Kota Pasuruan. Alasannya apa, pihak kejaksaan belum membuka diri.

Surat yang dikirim

Jengah dengan fakta ini, pada 02 November 2020 lalu, LSM GMBI Pasuruan yang diketuai Ashari lalu melangkah dengan mengirim surat desakan ke sejumlah penegak hukum, yakni ke Kejaksaan Negeri kota Pasuruan dan Polda Jatim yang ditembuskan Kejati Jatim, Kejagung, serta kepada Komisi Kejaksaan, agar Ismail Marzuki diproses sebagai tersangka.

“Kami hanya meminta agar hukum ditegakkan, itu saja. Jangan sampai kasus Ismail terkait PSSI ini lenyap begitu saja..Terus akan kami kawal. Jika surat tidak dihiraukan, kami akan lakukan demo besar-besaran, “ujar Ashari kepada Pojok Kiri, Senin (10/11). (Lis)

Baca Juga :  Lilik Sudah Ditahan, Kata Lujeng, Dia Bukan Pelaku Tunggal

Sudah dibaca : 161 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri




close