Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Pilwali // Politik // Video // Walikota

Menapaki Jejak Prestasi Teno Selama Menjabat Plt Walikota Pasuruan (6) #Teno Angkat Kuliner Bandeng Jelak Jadi Kuliner Nasional

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
7 Oktober 2020

Ibu-ibu saat memproses bandeng jelak

Pasuruan, Pojok Kiri
Kota Pasuruan memiliki hasil perikanan air payau yang cukup terkenal, yaitu bandeng Jelak.


Atas dorongan Raharto Teno Prasetyo, bandeng jelak yang diolah warga sekitar Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul tersebut tak lagi dijual mentah. Bandeng Jelak kini dijual dalam bentuk olahan.

Saat ini menu bandeng jelak sudah go Nasional. Olahannya sudah laku terjual  ke sejumlah daerah di luar kota seperti Malang dan Bali.

Usaha bandeng jelak ini merupakan usaha ekonomi mandiri ibu-ibu istri petambak dan ibu rumah tangga di RT 3, RW 5, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Selain itu, demi mengangkat nilai bandeng khas Pasuruan tersebut, selama kepemimpinannya menjadi Plt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo mengaku menjadikan bandeng Jelak sebagai hidangan khas di acara-acara Pemkot Pasuruan.

“Bandeng Jelak merupakan hasil perikanan Kota Pasuruan. Bandeng ini berbeda dengan bandeng dari daerah lain, rasanya khas, “kata Teno didampingi tim pemenangannya.

Bandeng jelak kini menjadi salah satu kebanggaan Kota Pasuruan. Saat ini bandeng jelak masuk salah satu UMKM yang dibina oleh Pemkot Pasuruan.

Bandeng jelak saat ini juga dijual dengan lebel pemasaran yang bagus. Salah satunya usaha kulinare bernama Jelak Joyo Food (JJF), “kata Teno.

Ke depannya, jika Teno terpilih menjadi Wali Kota Pasuruan, ia menginginkan dinas terkait lebih gencar memberikan pelatihan kepada masyarakat perkelurahan untuk mendongkrak ekonomi mandiri.

Baca Juga :  Juarai Pileg 2019, 50 Wakil Rakyat Terpilih Di Kabupaten Pasuruan Dilantik

“Menciptakan ekonomi mandiri khususnya di kalangan ibu-ibu rumah tangga perlu diprioritaskan. Ada beberapa cantolan program pemberdayaan ekonomi mandiri di beberapa instansi yang nantinya bisa saling bersinergi, “ucap Teno, Rabu (07/10).

Ustania, salah satu anggota JJF mengatakan, awalnya usaha bandeng jelak diremehkan oleh banyak orang. Namun, perlahan-lahan semakin banyak pesanan yang diterima kelompok JJF.

“Sekarang alhamdulillah perbulan kami bisa menghabiskan 5 kuwintal bandeng, dengan omset sekitar Rp 50 juta, “ungkapnya dengan wajah bahagia.

Tak hanya melibatkan ibu-ibu, keberadaan JJF sekarang juga melibatkan pemuda yang baru lulus sekolah dan warga lainnya. Bahkan, kini bagi para pengunjung yang ingin menikmati olahan bandeng Jelak dari JJF bisa makan di tempat karena sudah disediakan warung lesehan. (*)

Sudah dibaca : 117 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri