Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Desa // DPRD // Pemerintahan

Kades Pandean, Rembang ‘Keok’ Di Ruang Komisi 1 #Siap Merekomendasi Semua CV Di Desa Untuk Mengelola Afalan PT AMCOR

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
10 September 2020

Kades Karim saat ikuti pertemuan dengan komisi 1

Pasuruan, Pojok Kiri
Kasus monopoli CSR berupa afalan di Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan memanas di ruang Komisi 1, Kamis (10/09).

Pada pertemuan ke Dua ini, Kepala Desa Pandean, Karim dibuat kelabakan dengan kemarahan warga yang tak terbendung.

Warga menyebut, Karim selaku kepala desa dianggap sebagai Kepala Desa yang bodoh karena tak mampu menarik hasil CSR perusahaan yang berupa afalan masuk ke kas desa.

“Kades ini bodoh, merekrut orang-orang yang bodoh, hasilnya ya seperti sekarang ini, uang BUMDes nol. Padahal hasil dari afalan sangat banyak mencapai milyaran, “seloroh H. Ismail, tokoh masyarakat Pandean yang ikut sebagai pengadu.

Mendapat semprotan kalimat kasar tersebut, Kades Pandean, Karim hanya diam dengan wajah yang sangat tegang.

Warga yang marah kepada Kades Karim

Rapat di ruang komisi 1 DPRD Kabupaten Pasuruan yang dipimpin Doktor Kasiman dihadiri beberapa anggota awalnya berjalan sejuk. Namun statemen Kades, Karim yang seolah tidak tahu menahu soal urusan afalan dan mengaku tidak memberikan rekomendari ke CV Badri untuk berhubungan ke PT. AMCOR membuat Ketua Komisi 1, Doktor Kasiman berbicara keras. Sebab apa yang diomongkan Kades, Karim bertentangan dengan apa.yang di sampaikan pihak PT AMCOR.

“Saya sudah tanya ke pihak PT AMCOR melalui pengacaranya, Teguh. Waktu saya tanya, kenapa afalan bisa dikelola CV. Badri, ia menjawab jika CV. Badri direkom oleh Kepala Desa. Ini jelas, saya bersumpah Wallahi PT. AMCOR bicara seperti itu, “ucap Doktor Kasiman yang membuat Kades Karim tak bisa berkelit.

Baca Juga :  Penyimpanan Berkas Di Samsat Bangil Sangat Mengerikan!!! Sebagian Milik Samsat Pasuruan

Setelah melalui perdebatan lama, Kades Pandean, Karim yang berdalih selalu tidak tahu soal pengelolaan afalan yang digarap CV Badri akhirnya menyerah. Di ujung pertemuan yang sudah menguras tenaga tersebut, ia lalu bersikap bahwa untuk ke depannya, ia akan merekomendasikan CV lain guna mengelola CSR dari PT. AMCOR.

“Saya akan merekomendasikan CV yang bisa bekerjasama dengan PT AMCOR, tidak menutup semua, tapi saya mengutamakan yang hadir, “kata Kades, Karim.

Beberapa pemilik.CV yang hadir pada pertemuan itu adalah H. Ismail, H. Soleh, dan Suryadi. Artinya, Kades akan merekomendasi Tiga CV ini.

Ketua Komisi 1, Doktor Kasiman

Untuk diketahui, ribut CSR afalan di Desa Pandean, Rembang karena sudah bertahun-tahun afalan dari PT AMCOR maupun CMWI hanya dikelola satu CV, yakni CV Badri.

Yang lebih menbuat geram warga, direktur CV Badri pada tahun 2018 diangkat menjadi ketua BUMDes oleh Kades Karim, yang tujuannya untuk mengelola CSR melalui BUMDes.

Namun fakta yang muncul, hingga tahun 2020 ini, BUMDes yang diketuai Badri si pemilik.CV Badri justru nol pendapatan. Padahal jika melihat dari afalan yang dikelola, harusnya BUMDes sudah punya uang kas milyaran rupiah.

Ironisnya, dalam pertemuan di Komisi 1, Kamis (10/09), ketua BUMDes mangkir datang. Padahal menurut Doktor Kasiman, Komisi 1 sudah mengundang secara resmi.

“Ini namanya sudah melecehkan lembaga kami, segera akan kami panggil paksa, jika tetap tida datang, kami akan membuat rekomendasi untuk dilanjutkan ke jalur hukum karena memyangkut uang negara, “ujar Doktor Kasiman. (Lis)

Baca Juga :  Gubernur Jatim Naikkan Pajak Hasil Tambang, BKD Kabupaten Pasuruan Undang Pengusaha Untuk Penerapannya
Sudah dibaca : 1189 Kali