Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // DPRD

Hebat!!! Sekwan, Abdul Munif Selamatkan Kepentingan Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
8 September 2020

Abdul munif, Sekretris DPRD Kabupaten Pasuruan

Pasuruan, Pojok Kiri
Kinerja Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Abdul Munif patut diacungi jempol. Pasalnya, mantan Kadispora ini dengan sikapnya yang hati-hati, tegas dan percaya diri mampu membuat suasana sekretariat dewan (Setwan) yang hampir masuk jurang ketidak tenangan menjadi aman terkendali.

Apa yang terjadi? Dalam beberapa hari terakhir sebagaimana informasi yang didapat Pojok Kiri, ada usulan agar uang cicilan hutang para anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang nilainya mencapai Rp. 800 juta lebih di bank Jatim dibayarkan pada tanggal gajian yang teknisnya langsung dipotong melalui mekanisme bank atau yang biasa disebut payroll.

Sontak saja usulan ini menjadikan suasana DPRD sedikit bergelombang, khususnya bagian keuangan. Sebab dengan pola payroll itu, maka bagian keuangan tidak punya lagi uang talangan yang biasa digunakan untuk memberikan uang perjalanan dinas (Perdin) di muka jika anggota DPRD melakukan kunjungan.

Normalnya Perdin sebagaimana aturan adalah dibayar setelah SPJ selesai dan lengkap. Namun karena ada uang cicilan hutang anggota DPRD yang belum disetor, maka uang Perdin dibayar dimuka dengan istilah “dihutangi” dulu.

Selama ini, uang cicilan hutang anggota DPRD dibayarkan secara manual ke bank Jatim setiap akhir bulan. Sedang pemotongan dilakukan awal bulan secara manual.

Uang cicilan total Rp. 800 juta lebih itu lalu dikelola oleh bagian keuangan untuk uang persediaan jika ada kegiatan kunjungan yang bisa dikatakan anggota DPRD selalu minta uang Perdin di muka sebagai uang sangu.

Baca Juga :  Demo Kasus Masker Di Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Yang Didemo Dan Pendemo Sama-Sama Sportif

Dalam beberapa hari terakhir ini suasana menghangat. Sebab uang cicilan Rp. 800 juta lebih yang dipotong setiap awal bulan secara manual itu akan lakukan sistim payroll yang secara mekanisme langsung dipotong Bank Jatim.

Kondisi ini membuat suasana sedikit gaduh. Sebab Bagian Keuangan akan menghadapi masalah kebingungan uang ketika ada kegiatan DPRD yang butuh uang di muka.

Atas adanya persoalan ini, Sekwan, Abdul Munif lalu bersikap cepat. Ia saat dikonfirmasi Pojok Kiri, Selasa (08/09) mengaku telah menyelesaikannya dengan menyampaikan keadaan sebenarnya ke ketua DPRD.

“Awalnya menang ada pembicaraan di Badan Musyawarah (Bamus) soal itu. Tapi sudah saya jelaskan keadaanya. Akhirnya tidak jadi. Sekarang sudah disetujui untuk cicilan ke Bank Jatim dilakukan secara manual seperti semula. Jadi sudah kondusif, “terang Abdul Munif. (Lis)

Sudah dibaca : 297 Kali