Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Desa

17 Pendaftar Perangkat Desa Kejapanan Dipermainkan, Diduga Ada Peran Kades?

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: September 6, 2020
Beberapa pendaftar saat bertemu pojok kiri

Pasuruan, Pojok Kiri
Sebanyak 17 pendaftar perangkat Desa Kejapanan dibuat kelimpungan oleh panitia pemilihan. Pasalnya, mereka yang sudah antusias dan sangat capek dalam proses pendaftaran perangkat Desa Kejapanan justru harus menerima fakta yang tak lazim.

Informasi yang didapat Pojok Kiri dari beberapa pendaftar, mereka telah mengikuti proses penjaringan yang dilakukan panitia sejak adanya pengumuman pendaftaran pada 13 hingga 17 Juli 2020. Lalu sebagaimana syarat yang harus dilengkapi, para pendaftar juga sudah menyerahkan berkas administrasi yang semuanya dinyatakan lolos.

Kemudian pada 05 Agustus, mereka juga ikut dalam test yang digelar untuk menentukan kelulusan dan diterimanya menjadi perangkat.

Namun para pendaftar ini sepertinya dikerjai oleh panitia. Sebab pasca test dilakukan, mereka bukannya mendapat pengumuman secara jujur hasil test, yang terjadi mereka malah mendapatkan undangan dari panitia yang ditandatangani ketua, Toni Subiakto untuk hadir dalam rapat pada tanggal 29 Agustus yang acaranya pengembalian berkas para calon.

Undangan yang kemudian terjadi rapat malam hari itu sontak membuat para pendaftar kaget.

“Ya kaget, ini ngawur tidak masuk akal, pada pertemuan itu berkas dikembalikan dengan alasan syarat tidak lengkap. Jika tidak lengkap, kenapa masuk tahap test. Kami juga diancam didiskwalifikasi kalo tidak mau menerima pengembalian berkas, “ungkap Miftakhul Khanifah yang mendaftar sebagai Kepala Wilayah Dusun Pabean.

Baca Juga :  Gambaran Lucu Phisycal Distancing Cegah Sebaran Corona, Teriak Keras Ke Masyarakat, Petugas Malah Asyik Foto Sambil Berkerumun

Kepada Pojok Kiri, Sabtu (05/09), perempuan yang karib disapa Miftah ini mengaku tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh panitia.

Kades, Randy saat ikut menguji

“Jelas kami tidak terima, kami sangat dirugikan. Ini namanya kami sengaja dikerjai, “ucap Miftah yang didampingi beberapa pendaftar lain.

Lepas dari itu, ada kasak kusuk miring terkait proses seleksi calon perangkat ini. Sebagaimana informasi dari sumber terpercaya, tarjadinya pengembalian berkas tersebut karena rekom dari camat untuk menerima calon yang dianggap lolos uji ditolak.

“Penolakan itu karena saat menyampaikan nama yang punya peluang diterima tidak disertai berkas yang lengkap, jadinya pihak panitia kebingungan sehingga membuat manufer mengembalikan berkas dengan berbagai alasan yang arahnya akan dilakukan proses dari awal  “terang sumber yang namanya tidak mau dikorankan.

Info miring lain yang diterima Pojok Kiri, dalam proses test yang mengundang penguji dari Universitas Negeri Malang, sang penguji ini diintervensi oleh Kades Randy. Infonya, Kades Randy ikut menguji, padahal sudah terbentuk panitia.

“Proses test sudah ditangani panitia dengan mengundang penguji dari Universitas, kok Kades ikut nimbrung menguji peserta, ini aturan dari mana, “ujar sumber yang sama.

Sayangnya Pojok Kiri belum mendapat jawaban dari Kades Randy. Saat dikonfirmasi melalui phonselnya, Sabtu (05/09), Randy mengaku masih menunggu rapat dengan Camat pada, Senin (07/09).

“Senin (07/09) saya rapat dengan pak camat. Menunggu hasil rapat saja ya biar keterangannya lengkap, “kata Kades Kejapanan Randy.

Baca Juga :  Derita Petani Mangga Kabupaten Pasuruan Akibat Rontoknya Bunga (4) Sepertinya Petani Mangga Sengaja Dibiarkan Sengsara Oleh Dinas Pertanian?

Untuk diketahui, saat ini di Desa Kejapanan, Gempol sedang ada penjaringan calon perangkat.

Untuk posisi yang dibuka adalah Kepala Wilayah Kejapanan, Kepala Wilayah Pabean, dan Kaur Perencanaan.

Ada 17 pendaftar guna memperebutkan posisi ini. Untuk Kepala Wilayah Kejapanan direbut 4 orang, Kepala Wilayah Pabean 5 orang dan Kaur Perencanaan 8 orang. (Lis)

Sudah dibaca : 401 Kali