Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Desa // DPRD

Ada Dugaan Penggelapan Milyaran Rupiah Terkait CSR Desa Pandean, Rembang, Kades Diduga Terlibat

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
2 September 2020

Kades Pandeam, Karim

Pasuruan, Pojok Kiri
Senin 31 Agustus lalu, sejumlah masyarakat Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan mengadu ke DPRD terkait persoalan bantuan perusahaan melalui program corporate Social Responsibility (CSR) yang sudah bertahun-tahun tak masuk kas desa.

Selama ini menurut koordinator warga, Rofiq, CSR dari 12 perusahaan dikelola segelintir orang, yakni Ketua BUMDes, Badri,Kepala Desa Pandean, Karim dan kroni-kroninya.

Aduan warga ke DPRD yang kemudian ditangani Komisi 1 menghasilkan fakta mengejutkan. Dalam pertemuan itu, Ketua Komisi 1, Doktor Kasiman membeber bukti adanya uang milyaran dari hasil CSR yang ternyata tidak masuk kas desa alias nol.

Menurut Kasiman, tak adanya uang CSR yang masuk kas desa itu merupakan hal janggal dan menyalahi hukum. Padahal dalam catatan yang ia terima, ada uang masuk dari CSR perusahaan yang jumlahnya milyaran rupiah.

Warga yang mengadu

Setelah ditelusuri dalam pertemuan itu, terbongkar jika selama ini CSR perusahaan yang masuk Desa Pandean ditangani oleh CV Badri, yang mana direktur CV Badri ini ternyata juga menjabat sebagai ketua BUMDes sejak tahun 2018.

“Ini yang menjadi kejanggalan. Ada CSR yang nilainya milyaran ditangani oleh CV Badri, sedangkan direktur CV Badri juga ketua BUMDes. Yang lebih janggal lagi, dalam keuangan BUMDes tidak ada sepeserpun uang yang masuk. Sedang ada uang bernilai milyaran yang masuk ke CV Badri. Ini bisa penggelapan. Semua bisa terjerat pidana, mulai Ketua BUMDes, termasuk Kades selaku Komisaris, “ujar Kasiman.

Baca Juga :  17 Pendaftar Perangkat Desa Kejapanan Dipermainkan, Diduga Ada Peran Kades?

Hal ini menurut Kasiman tidak bisa didiamkan. Komisi 1 akan memanggil sejumlah pihak seperti Inspektorat untuk menuntaskan masalah ini.

“Segera kami panggil pihak terkait. Ini ga bener soalnya, masak ada uang masuk milyaran dari CSR dalam bentuk usaha kerjasama perusahaan, BUMDes sama sekali tidak ada uang. Malah CV milik ketuanya yang dapat milyaran. Jadi kasus ini akan kami usut tuntas. Jika tidak bisa diselesaikan secara musyawarah, kami akan bawa ke ranah pidana, “tukas Kasiman.

Dalam pertemuan tanggal 31 Agustus itu, pihak Kepala Desa Pandean, Karim yang juga hadir tampak diam seribu bahasa. Sementara direktur CV Badri mengakui jika ia yang selama ini mengelola uasaha afalan pabrik yang merupakan bagian dari CSR.

Saat pertemuan warga pandean dengan Komisi 1 DPRD Kabupaten Pasuruan

Pengakuan Direktur CV Badri ini sontak membuat Ketua Komisi 1 Kasiman berang.

“Lantas bagaimana anda membedakan keuangan BUMDes dengan keuangan CV Badri. Sedang anda dalam posisi selalu direktur CV dan ketua BUMDes. Fakta yang ada, uang di BUMDes itu tidak ada. Yang ada malah di CV anda nilainya milyaran.Jadi ini sudah ga bener, “sergah Kasiman.

Sementara itu, Kasiman juga memberondong Kepala Desa selaku Kokisaris BUNDes dengan berbagai pertanyaan.

“Hal seperti ini masak Kepala Desa tidak tahu. Kenapa didiamkan saja. Anda selaku Komisaris juga bisa terjerat hukum karena ikut serta dalam sebuah aksi kejahatan. Ini jelas penggelapan, “tandas Kasiman.

Baca Juga :  Cegah Corona, Sekretariat DPRD Kabupaten PasuruanTerapkan Protokol Ketat, Rapatpun Dengan Vicon

Mendengar cercahan Ketua Komisi 1 itu, Kades Karim tampak pucat. Dari mulutnya juga tak terdengar sepatah kata-pun yang muncul.

Dalam pertemuan tanggal 31 Agustus itu, Komisi 1 DPRD belum tuntas menyelesaikan soal CSR di Desa Pandean ini. Lalu pada Rabu (02/09) rencana pertemuan dilanjutkan.

Namun pertemuan yang rencana dilaksanakan pukul 09.00 WIB ini gagal dilangsungkan. Sebab dari sekian undangan, Kades tidak hadir.

“Nanti lita jadwal lagi. Jika tetap mangkir, kasus ini langsung kami bawa ke ranah hukum terkait penggelapan, “ujar Kasiman. (Lis)

Sudah dibaca : 1265 Kali