Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Politik

Gus Ipul Bakal Keok Lawan Petahana?

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
30 Agustus 2020

Penulis : Sulistiawan
Penulis adalah Kepala Biro Pojok Kiri Pasuruan

Gus ipul

Pasuruan, Pojok Kiri

Tulisan ini adalah opini atau catatan prediksi berdasar kasak-kusuk lapangan serta obrolan orang penting beberapa partai serta tokoh masyarakat yang semuanya tidak mau tampil kepermukaan. Jadi sebelum membaca jangan baper dulu ya hehe…

Turunnya surat rekomendasi dari DPP PKB ke Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul pada Jum’at (28/08) untuk maju dalam Pilwali Kota Pasuruan 9 Desember 2020 mendatang jauh-jauh hari sudah banyak yang meyakini hal itu akan terjadi. Sebab kesan ketakutan Dua partai besar, yakni Golkar dan PKB dengan kekuatan sang petahana, Teno Prasetyo menbuat Dua Partai ini tidak percaya diri (PD) jika harus mengusung tokoh lokal Pasuruan. Garis bawahnya pasti takut kalah.

Kasak kusuk yang catatannya sangat mendekati benar adalah politik panik. Sebab sejak awal beredar kabar ada skenario penjegalan terhadap Teno Prasetyo untuk mendapat rekom dari partai manapun.

Ini hanya berdasar kasak-kusuk. Benar tidaknya, penulis juga tidak tahu. Namun yang namanya kasak kusuk pasti ada dasarnya. Ibarat ada asap pasti ada api.

Pasca gagal sekenario awal, maka kepanikan-pun terjadi. Tokoh lokal yang selama ini sudah PD memasang namanya si berbagai medsos bawah ia bakal calon Walikota seperti Ismail Nachu sudah tidak dilirik karena pastinya dianggap kurang kuat untuk melawan sang petahana.

Baca Juga :  Syaifullah Yusuf Dan Wakilnya Tak Punya Hak Pilih, Itu Kata Ketua KPU Kota Pasuruan

Kini Gus Ipul resmi diusung koalisi PKB dan Golkar dengan kekuatan 15 kursi parlemen dengan rincian  PKB 8 kursi, dan Golkar 7 kursi. Menyatunya Dua Partai besar ini bahkan disebut sebagai kekuatan Gajah karena jumlahnya yang mendominasi. Lantas apakah dengan jumlah kursi pengusung yang mendominasi mampu mengalahkan sang petahana?

Teno Prasetyoo sang petahana

Inilah catatan menariknya, penulis sempat berbincang dengan sejumlah orang penting yang namanya minta tidak dimunculkan. Garis bawahnya dari perbincangan itu, Gus Ipul bakal keok dengan sang petahana yang diusung oleh koalisi 4 Partai, yakni PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura dan Nasdem dengan jumlah 9 kursi.

Apa hitungannya sehingga yang suara maksimal kalah dengan suara di bawahnya?

Meski koalisi pengusung Teno Prasetyo hanya 9 kursi, akan tetapi dari segi semangat perjuangan untuk memanangkan kursi Walikota Pasuruan sangatlah militan dan “sreg” dengan calon yang diusung.

4 partai ini diprediksi akan mendapat dukungan penuh dari tingkat DPC hingga ranting. Artinya mesin partai akan kuat berjalan karena calon yang diusung tak ada kontroversi apapun.

Catatan pentingnya, koalisi 4 partai ini akan mampu meyakinkan masyarakat, bahwa calon yang diusung adalah sekelas orang yang tidak “kemaruk” jabatan dan pantas untuk dipilih.

Lantas kenapa Gus Ipul diprediksi kalah?

Sederhana saja, sejak munculnya nama Gus Ipul beberapa pekan sebelumnya sudah menjadi catatan minor masyarakat baik kelas bawah, menengah maupun atas. Di internal PKB Kota Pasuruan sendiri ada kesan lesu karena yang diusung jauh dari semangat awal. Nama Gus Ipul sendiiri menjadi sorotan karena dianggap sebagai sosok gila jabatan.

Baca Juga :  Dapil 1 Disebut Sebagai Dapil Neraka, Ini Kata Mbak Nik, Caleg Golkar DPRD Kabupaten Pasuruan

Meski DPP PKB telah memberi rekom ke Gus Ipul, terdengar kabar akan adanya gerakan malas “bekerja” di tubuh PKB, yang artinya mesin partai sedikit tersendat di tingkat bawah karena ada rasa kecewa dengan rekom yang berlabuh ke Gus Ipul yang mantan menteri dan mantan Wakil Gubernur Jatim tersebut.

Akankah prediksi itu menjadi kenyataan? Untuk digarisbawahi lagi, tulisan ini hanyalah prediksi dan hitung-hitugan berdasar kasak kusuk. Soal kebenarannya tinggal menunggu bukti. (*)

Sudah dibaca : 1883 Kali