Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Desa // rumah tangga

Perangkat Desa Gunung Gangsir Mata Keranjang!!! Istri Warga Sendiri Diselingkuhi?

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
24 Agustus 2020

Perangkat Desa Gununggangsir, Karyono

Pasuruan, Pojok Kiri
Karyono (42), salah satu perangkat di kantor Desa Gununggangsir kini harus menghadapi masalah pelik akibat ulahnya sendiri. Pasalnya, perangkat desa satu ini ketahuan menyelingkuhi istri orang yang tak lain adalah warganya sendiri yang rumahnya diketahui satu gang dengan perempuan incarannya, yakni di Dusun Sugiwaras.

Wanita yang masuk dalam jebak rayu sang perangkat mata keranjang ini adalah Dian Maulida (25) istri dari Baitul Mustaqim (27).

Ulah bejat si perangkat Desa  Gununggangsir ini diceritakan oleh Baitul Mustaqim yang istrinya jadi korban bujuk rayu pada Senin sore (24/08) sekita pukul 15.00 WIB.

Baitul Mustaqim yang marah istrinya diganggu oleh Karyono

Didampingi Firmansyah dan Jatmiko dari Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Baitul Mustaqim dengan muka sedih dan emosi bercerita mulai awal kejadian istrinya dirayu si perangkat mata keranjang hingga ketahuan.

Bermula pada sekitar Agustus 2019, istri Baitul Mustaqim datang ke kantor desa untuk mengurus surat pindah dari tempat tinggal awal Sukorejo ke tempat tinggal sekarang Dusun Sugiwaras, Desa Gununggangsir demi pembuatan kartu susunan keluarga (KSK).

“Saat mengurus surat pindah itu, oleh perangkat Karyono, istri saya dimintai nomor HP, “ungkap Baitul Mustaqim.

Usai diminta nomor HP itulah rayu demi rayuan diluncurkan oleh sang perangkat. Entah saking hebatnya rayuan atau apa, Dian Maulida istri dari Baitul Mustaqim akhirnya dibuat tak berdaya.

“Selama satu tahun itu saya tidak curiga. Baru sekitar Dua bulan lalu saya curiga karena istri saya sering keluar rumah dan saat telpon sembunyi-sembunyi, “cerita Baitul Mustaqim.

Baca Juga :  Kades Kejapanan Terima Uang Rp. 25 Juta Dari PT Hadeka? Hasil Sewakan Tanah Orang!!

Pada pertengahan Agustus 2020 atau sekitar satu minggu lalu, ulah bejat Karyono sang perangkat Desa Gununggangsir terungkap. Saat itu Baitul Mustaqim sudah mencari cela untuk melihat HP sang istri.

Dian Maulida warga yang mendapat rayuan sang perangkat

“Ada satu kesempatan HP istri saya tertinggal di kamar. Saat itu saya ambil. Ternyata HP dikunci. Setelah saya upayakan, akhirnya kunci bisa saya buka. Dan saya kaget, ternyata di dalam HP istri saya banyak foto-foto Karyono serta chatingan sayang-sayangan, “ujar Baitul Mustaqim.

Tim pemasehat hukum Baitul Mustaqim saat menemui Kades Gununggangsir

Mengetahui hal itu, Baitul Mustaqim lalu mengumpulkan semua keluarga istrinya termasuk Karyono beserta keluarganya pada Kamis (20/08)

Dalam pertemuan itulah menurut Baitul Mustaqim semua terungkap gamblang bahwa selama satu tahun ini ia telah dikhianati sang istri yang rela memadu kasih dengan Karyono si perangkat Desa Gununggagsir.

“Dalam pertemuan itu semua minta diselesaikan dengan kekeluargaan, Karyono minta damai dan istri saya minta cerai baik’-baik. Tapi saya tidak mau, kok seenaknya kalo bicara, “ucap Baitul Mustaqim.

Ucapan pria yang terluka ini kemudian dibuktikan. Pada Senin (24/08) ia bersama penasehat hukumnya datang ke balai Desa Gununggangsir untuk menemui sang Kades guna mendesak agar Kades mememberikan sanksi kepada perangkatnya yang mata keranjang itu.

Setelah ketemu Kades Dewi sekira pukul 12. 30 WIB. Si Kades lalu mengundang Karyono disaksikan Babinkamtibmas dan Babinsa serta perangkat lain.

Baca Juga :  Derita Petani Mangga Kabupaten Pasuruan Akibat Rontoknya Bunga (3) Tak Ada Lagi Masak Pohon, Demi Kebutuhan Hidup Mangga Dipetik Lebih Awal

Dalam pertemuan itu Kartyono tidak mengelak atas perbuatannya yang menyelingkuhi istri Baitul Mustaqim.

“Dia mengakui dan minta maaf serta berjanji tidak mengulangi. Tapi kan tidak bisa begitu. Satu tahun perbuatannya harus ada sanksi, “tukas Baitul Mustaqim.

Sementara itu, Pojok Kiri yang berupaya menghubungi Karyono di nomor ponsel 0822319658xx sekira pukul 16.09 WIB tidak mendapat respon. Sedang sang Kades, Dewi mengatakan bahwa perkara ini masih akan diupayakan jalan damai. Namun  Kades perempuan ini mengaku tetap akan memberikan sanksi.

“Pasti kami akan berikan sanksi, “tandasnya. (Lis)

Sudah dibaca : 3874 Kali