Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Desa // Sungai

Sungaiku Bau Busuk Akibat Limbah, Aku Mancing Sampai Mau Muntah *Menangis Hati Melihat Sungai Werati Tak Seperti Dulu Lagi

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
21 Juli 2020

Saat memancing di Bendungan Tambakan

Pasuruan, Pojok Kiri


“Saya rindu untuk memancing di sungai, ” itu yang dikatakan seorang mahasiswa Universitas Brawijaya asal Beji, Kabupaten Pasuruan.

Banyak lokasi memancing seperti kolam pancing dan tambak (empang, red) untuk dijadikan tempat memancing. Namun hasrat untuk memancing di sungai karena lebih sensasi membawa remaja bernama Osamah memilih bendungan Kali Werati di Desa Tambakan, Bangil sebagai jujugan.

Ia tidak sendiri, bersama keluarganya yang asli warga Tambakan,  Bangil berangkat ke bendungan yang ada di sisi Barat Dusun Tambakan perbatasan dengan Dusun Keputran.

Sang keluarga terdri ayah, paman dan adiknya yakin akan mendapat sensasi memancing di Bendungan yang dulunya sangat jernih dengan air yang tenang. Gambaran Kali Werati banyak ikan yang dulu sering didatangi untuk memancing menjadi daya pikat agar segera sampai ke bendungan yang konon juga dihuni bànyak buaya tersebut.

Bendungan di Tambakan

Tepatnya, Minggu (19/07) Osamah dan keluarganya mendatangi bendungan di Desa Tambakan.

Sampai ujung Barat Dusun Tambakan, mereka melintas di jembatan kayu agak lapuk yang membentang di atas Sungai Werati.

Suara lirih terdengar dari adik Osamah yang bernama Ridho. “Bau busuk, “gumamnya sambil menutup hidung.

Suara lain juga terdengar dari anak kecil teman Ridho bernama Delvin tetangga rumah yang ikut dalam rombongan itu.

“Bau apa ini, mau muntah saya, “selorohnya dengan suara lebih keras.

Baca Juga :  Menapaki Jejak Prestasi Teno Selama Menjabat Plt Walikota Pasuruan (7) #Bantu Warga Saat Banjir, Teno Selalu Terjun Lapangan Kata Hasjim, Ada Catatan 'OMDO' Bagi Yang Mengaku Bisa Lenyapkan Banjir di Pasuruan

Bau itu ternyata berasal dari air Sungai Werati yang berwarna hitam terlihat kental. Baunya busuk menyengat.

Memancing ditemani bau busuk

Apakah ada ikannya? Itulah tanda tanya besar saat mereka sampai di bendungan yang kondisinya jauh dari gambaran masa lalu.

Ditemani bau busuk dan arus deras serta banyak sampah, mereka tetap memancing dengan harapan mendapat ikan.

Namun sungai yang sudah berubah bak comberan tak bisa diharap lagi. Ikan-ikan seperti nila, bader dan lain-lain yang dulu banyak di tempat itu sekarang sirna. Apalagi sang buaya yang dulu bersarang. Kini pergi entah kemana.

Lantas kenapa air sungai menjadi hitam dan busuk?

Semua sudah tahu, aliran Sungai Werati yang ada di Kabupaten Pasuruan kini sudah berubah menjadi saluran limbah pabrik. Limbah yang berasal dari kawasan Pandaan, Gempol, Beji dan kawasan lain semua mengalir melalui Sungai Werati.

Lantas pedulikah pemerintah dengan kondisi ini? Fakta itu tidak ada. (Lis)

Sudah dibaca : 313 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri