Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // DPRD

Rapid Test Jadi Ajang Bisnis? Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Pasuruan Minta Sisa Anggaran Covid-19 Rp. 108 Milyar Pemkab Pasuruan Dikeluarkan

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Juli 6, 2020
Fauzi, Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Pasuruan

Pasuruan, Pojok Kiri
Masyarakat saat ini sedang diiming-iming menikmati hidup normal baru alias new normal. Namun hidup normal baru saat ini ternyata harus dengan konsekwensi biaya hidup yang lebih mahal dari sebelumnya. Mengapa demikian?

Ialah adanya kewajiban rapid test untuk kepentingan banyak hal yang menjadi penyebabnya. Naik kendaraan umum harus rapid test, masuk perguruan tinggi harus rapid test, dan banyak lagi kegiatan lain yang mengharuskan warga agar menunjukkan hasil rapid test.

Yang menjadi persoalan, untuk melakukan rapid test tidaklah murah. Biayanya mencapai ratusan juta rupiah.

Di rumah sakit swasta biaya rapid test mencapai Rp. 300 hingga Rp 500 ribu. Belum lagi untuk test swab, bisa mencapai Rp. 1, 6 juta hingga Rp. 2, 5 juta.

Catatan mahalnya biaya ini disampaikan oleh Sekretaris Fraksi Gerindra yang juga anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Fauzi, Senin (06/07). Ia menyesalkan pengenaan biaya rapid test di rumah sakit, khususnya rumah sakit swasta di Kabupaten Pasuruan yang berbeda-beda dan seenaknya.

“Tidak adanya penyeragaman tarif menjadikan rapid test ini sebagai lahan bisnis bagi rumah sakit,” ujarnya.

Fauzi berharap Pemkab Pasuruan menbuat aturan terkait biaya rapid ini. Bahkan seharusnya Pemkab menggunakan sisa anggaran Covid -19 untuk membiayai agar tidak memberaktan masyarakat.

“Pandemi Covid-19 ini merupakan bencana Nasional. Seharusnya rapid test itu dibiayai oleh pemerintah, “ucapnya.

Baca Juga :  Suryono Pane DKK VS Bupati, Dianggap Ngajak Mbangkang Dan Menolak SK Relokasi, Itu Kata Ketua Komisi 1, Doktor Kasiman

“Pemkab Pasuruan masih ada sisa Rp. 108 milyar, kenapa tidak itu yang dikeluarkan, bukan malah masyarakat dibebani bayar sendiri, “seloroh pria berwajah keras ini.

Terpisah, Anang Syaiful Wijaya, Asisten 1 Pemkab Pasuruan kepada wartawan, Senin (06/07) menegaskan, untuk rapid test ataupun swab di rumah sakit Bangil gratis, bagi pasien yang diindikasikan Covid-19. Sedang yang belum terindikasi harus bayar Rp. 215 ribu. (Lis)

Sudah dibaca : 668 Kali