Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pertanian

Derita Petani Mangga Kabupaten Pasuruan Akibat Rontoknya Bunga (5-Habis) *Sebut Kesalahan Petani Sendiri, Dinas Pertanian Tak Akan Beri Bantuan

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Juli 2, 2020
Kadis pertanian saat ditemui Pojok Kiri

Pasuruan, Pojok Kiri
Rontok bunga yang dialami petani mangga kawasan Rembang, Kabupaten Pasuruan tepatnya kebun wilayah Rombo disebut oleh Kadis Pertanian Yetty Purwaningsih karena kesalahan petani sendiri.

Menurut Kadis yang tinggal hitungan bulan akan lepas jabatan karena pensiun ini, selama ini para petani tidak taat dengan apa yang sudah diajarkan oleh dinas.

Ditemui Pojok Kiri di kantornya, Rabu (01/07), Yetty yang didampingi mantri pertanian wilayah Rembang, Suradi menyebut, untuk petani mangga kawasan Rembang yang mengeluh gagal karena rontok bunga bukanlah petani murni. Mereka adalah para pedagang yang menyewa kebun dengan tujuan percepatan bisnis.

“Demi mendapat hasil yang banyak, mereka memakai berbagai cara agar pohon lekas berbuah. Caranya dilakukan rangsangan atau pemaksaan dengan memberikan pupuk kimia di batang pohon. Memang dengan pola percepatan atau yang kita kenal dengan sebutan obsesion, pohon cepat berbunga. Akan tetapi pohon menjadi stres dan rusak hingga bunga rontok, “jelas Yetty.

Petani yang benar menurut Yetty tidak akan melakukan cara itu. Meski melakukan percepatan, metode yang benar harus tetap digunakan, seperti pemupukan dengan pupuk organik, lalu pemupukan dilakukan di tanah atau akar, bukan melukai pohon untuk menaruh pupuk kimia.

“Untuk bantuan, petani Rembang khususnya kawasan Rombo itu alat-alatnya sudah banyak dari Dinas Pertanian. Bantuan sering kami berikan khususnya kepada petani murni. Jadi untuk saat ini belum ada rencana bantuan yang kami berikan karena memang metode yang dilakukan petani tidak murni itu salah, “ujar Yetty. (Lis)

Baca Juga :  Pemkab Pasuruan Rendah Lindungi Lahan Pertanian (2) #Pengajuan Perda LP2B Oleh Dinas Pertanian 'Terbengkalai' Di Bappeda?
Sudah dibaca : 172 Kali