Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//LSM // POLRI

Aktivis Kecam Dan Kirim Somasi Ke Apdel Samsat Bangil, Soal ‘Sambat’ Perolehan Pajak Turun Lebih 70 Persen Hingga Susah Bayar Listrik 

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
11 Juni 2020

Dahniar Anisa

Pasuruan, Pojok Kiri
Curhatan Adpel Samsat Bangil, Anang soal pemasukan pajak sepi hingga susah bayar listik di tengah pandemi corona ini mendapat kecaman dari warga. Bahkan saking kesalnya atas curhatan seorang pejabat pemerintah ini, warga yang bernama Dahniar Anisa asal Oro-Oro Ombo Kulon, Rembang melayangkan somasi kepada sang Adpel.


Catatan somasi tertanggal 11 Juni 2020 yang dilayangkan Dahniar Anisa memuat pertanyaan, apakah untuk bayar listrik menunggu uang pajak masuk dulu, apakah tidak ada anggaran operasional dalam institusi sekelas Samsat.

“Kantor bersama Samsat yang ada di Bangil merupakan institusi pemerintah yang memberikan pelayanan Samsat antara Polri bersama dengan Dispenda, yang tentunya segala bentuk operasionalnya ditanggung dan dibiayai menggunakan uang begara. Aneh jika mengeluh pajak sepi untuk bayar listrik susah, perlu dibuka berapa besar anggaran operasional yang dimiliki Samsat “tandas Anis panggilan akrabnya.

Perempuan yang menjabat ketua LSM serta ketua asosiasi rekanan ini juga menyebut, ucapan Adpel justru menimbulkan pertanyaan dan polemik serta presedent buruk di mata masyarakat, juga mencoreng nama baik Institusi pemerintah.

Sebagaimana diberitakan Koran Pojok Kiri edisi, Rabu, 10 Juni 2020, Adpel Samsat Bangil, Anang mengeluh soal turunnya perolehan pajak kendaraan hingga mencapai lebih 70 persen. Tak hanya itu, pria yang baru menjabat beberapa minggu sebagai Adpel di Samsat Bangil ini “sambat”karena sepi yang bayar pajak, untuk bayar listrik kantor juga susah.

Baca Juga :  Adpel Samsat Bangil 'Sambat', Pembayar Pajak Turun Drastis Hingga Sulit Bayar Listrik

Keluhan Adpel ini disampaikan ke Pojok Kiri saat ditemui, Selasa 09 Juni 2020 di ruang kerjanya.

Keluhan alias sambatnya sang Adpel ini ditangkap warga sebagai sikap buruk seorang pejabat. Bahkan di lingkungan Polres Pasuruan sendiri, ada anggota Polres yang namanya tidak mau disebut meminta agar Adpel mundur saja kalau tidak mampu.

“Ajoor nek model ngene lur. Gak mampu kelola ya mundur saja daripada memalukan, “ujarnya dengan bahasa campuran jawa dan Indonesia. (suf/lis)

Sudah dibaca : 512 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri