Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Corona // DPRD

Tak Percaya DPRD, Warga Pilih Wadul Masalah Ke Suryono Pane Sang ‘Wakil Rakyat’ Tanpa Lebel

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
15 Mei 2020

Berbagai moment saat rakyat mengadu ke Suryono Pane

Pasuruan, Pojok Kiri


Wabah corona yang sejak Dua bulan terakhir melanda Indonesia termasuk Kabupaten Pasuruan membuat rakyat harus merasakan berbagai masalah.

Hal yang sangat dirasakan dampakmya secara langsung adalah lemahnya perekonomian.

Semua kalangan non PNS merasakan dampak Corona ini, baik kalangan pedagang, kuli bangunan, tukang ojek, buruh pabrik, serta pekerja lain, semua merasakan dampak luar biasa.

Sejak adanya aturan sosial distancing hingga physical distancing dengan himbauan di rumah saja, serta penutupan sejumlah ruas jalan termasuk larangan warung-warung kopi untuk berjualan karena dianggap sebagai biang kerumunan, berdampak pada banyak masalah yang tak tahu rakyat harus wadul alias curhat ke siapa.

Berbagai moment saat rakyat mengadu ke Suryono Pane

Warung kopi ditutup jelas ekonomi si pemilik warung mandeg, jalan ditutup membuat ojol susah mengambil orderan, kuli bangunan nganggur karena tak ada proyek, hingga para buruh yang harus dirumahkan bahkan di PHK karena semua alasan Corona. Lalu kemana rakyat harus mengadu?

Berbagai moment saat rakyat mengadu ke Suryono Pane

Fungsi Wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD dipertanyakan. Mereka harusnya selalu ada untuk tempat curhat rakyat dan membantu mencarikan solusinya.

Namun kantor DPRD selalu sepi dari para wakil rakyat. Tak ada piket anggota Dewan yang bisa sewaktu-waktu menerima rakyat. Pansus yang dibentuk juga hanya terfokus pada ceremony rapat antara wakil rakyat dan para pejabat yang masuk dalam gugus tugas.

Baca Juga :  Dampingi Komisi 1 Ke Surabaya, Sahrul Sang Pendamping Dijemput Malaikat Maut
Berbagai moment saat rakyat mengadu ke Suryono Pane

Lalu kemana rakyat harus mengadu ketika wakilnya tak setia menunggu di gedung wakil rakyat?

Dalam kondisi sekarang inii justru ada “wakil rakyat” tanpa lebel alias tanpa jabatan sebagai aggota  DPRD yang lebih dipercaya daripada yang berlebel.

Adalah sosok pria warga Gununggangsir Beji bernama Suryono Pane yang kini menjadi jujugan rakyat untuk mencurahkan masalah guna mencari solusi. Setiap hari mulai pagi hngga malam ratusan rakyat datang ke rumah Suryono Pane untuk wadul masalah yang dihadapi.

Berbagai moment saat rakyat mengadu ke Suryono Pane

Saat ini Jum’at malam (15/05) sejak pukul 20. 00 WIB, Pojok Kiri merasakan bagaimana suasana kediaman Suryono Pane yang digeruduk ratusan rakyat dari kalangan buruh pabrik untuk menyelesaikan masalah THR yang tak diberikan. Para buruh mencari solusi melalui Suryono Pane.

Kenapa harus ke Suryono Pane? Beberapa rakyat lebih memilih menyampaikan masalah ke Suryono Pane karena menurut mereka langsung ditangani untuk dicarikan solusi..

“Jika wadul ke DPRD kelamaan, harus kirim surat dulu lah, dijadwal dan ribet, masalah juga tak kunjung selesai. Kalau ke Pak Suryono Pane langsung tertangani dan cepat selesai, “kata salah satu rakyat.

Lalu adakah contoh masalah yang sudah  terselesaikan saat rakyat mengadu ke Suryono Pane?

“Contoh saat ini beres, masalah THR kami sudah terselesaikan, “kata rakyat lain berlebel buruh pabrik yang malam ini ikut hadir di rumah Suryono Pane.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Pasuruan Siapkan Pansus Awasi Kinerja Gugus Covid 19
Berbagai moment saat rakyat mengadu ke Suryono Pane

Apa kata Suryono Pane dengan banyaknya rakyat yang mengadukan masalah kepadanya.

“Urusi masalah rakyat itu harus cepat, siap menerima siapapun tanpa terkecuali dan tanpa ceremony, “ujarnya. (Lis)

Sudah dibaca : 537 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri