Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Desa // Kejaksaan

Kejaksaan Buru Aliran Dana Korupsi Yudono, Warga Bulusari Lakukan Perlawanan #Tak Bergeming, Jaksa Tetap Lakukan Pemeriksaan

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
6 Mei 2020

Saat demo warga Bulusari di depan kantor kejaksaan

Pasuruan, Pojok Kiri


Meski kasus korupsi Yudono, mantan Kepala Desa (Kades) Bulusari, Gempol sudah tuntas dengan putusan penjara mencapai 8 tahun, akan tetapi tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan masih belum menghentikan langkahnya untuk mencari tahu kemana saja aliran dana senilai Rp. 2, 9 milyar yang dikorupsi Yudono berlabuh.

Kecurigaan bahwa uang hasil korupsi Yudono dicuci dengan melibatkan orang lain membuat tim Pidsus bergerak melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) dengan dasar adanya perbuatan melawan hukum terkait tindakan pidana pencucian uang (TPPU).

Informasi yang didapat Pojok Kiri dari lingkungan kejaksaan, untuk Pulbaket awal, kejaksaan telah memanggil 4 warga Bulusari yang diduga tahu aliran dana korupsi Yudono itu.

Pada panggilan pertama, 4 warga yang namanya masih dirahasiakan tidak datang. Kemudian muncul panggilan ke Dua untuk diperiksa pada Rabu (06/05).

Adanya Dua kali panggilan ini membuat ke Empat warga tersebut ketakutan karena meyakini mereka akan ditahan.

Ketakutan itu berbuntut pada munculnya aksi demo di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan di Raci, Rabu pagi (06/05).

Kehadiran puluhan warga Bulusari tersebut sebagai bentuk solidaritas sesama warga karena ada yang diperiksa. Hal ini sebagaimana dikatakan koordinator aksi, Pujianto.

“Apalagi yang dicari jaksa, Yudono kan sudah divonis penjara, “ujar Pujianto saat aksi.

Sayangnya, aksi warga Bulusari ini tak disertai coretan ijin dari pihak berwenang, yakni Kepolisian, plus saat ini sedang ada wabah Corona. Sehingga pihak kejaksaan enggan menerima para pendemo.

Baca Juga :  Desa Baledono, Tosari Sudah Siap Menjadi Kampung Tangguh Semeru Kebal Covid-19

Pagar tinggi kantor kejaksaan ditutup rapat. Warga-pun hanya bisa berorasi dan membentangkan spanduk di tepi jalan.

Kepada wartawan, Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan, Erfan Efendy mengatakan, pihaknya tidak mau menemui pendemo karena demonya tak berijin.

“Ijinnya tidak ada. Makanya kami tidak menemui pendemo, “ujarnya.

Sementara itu, meski ada demo warga Bulusari, tim Pidsus tetap pada langkahnya memeriksa 4 warga yang sudah dipanggil. Hal ini sebagaimana dikatakan Kasi Pidsus, Denny Saputra.

“Kami tetap lakukan pemeriksaan, tahapnya masih Pulbaket. Nantinya akan ketahuan kemana dana itu mengalir dan digunakan untuk apa. Tersangkanya bisa siapa saja yang terlibat dalam pencucian uang, “kata Denny panggilan akrabnya.

Siapa saja kira-kira yang kemungkinan besar menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencucian uang ini? Menurut Denny, mereka adalah orang yang diserahi uang hasil korupsi Yudono untuk menjalankan bisnis atau bentuk pembelanjaan lain demi memgaburkan uang tersebut. (Lis)

Sudah dibaca : 442 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri