Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Corona

Konyol!!!! Puskesmas Wonorejo Dan Ngempit Tolak Pasien Gejala Mirip Corona, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Malah Membela

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: April 17, 2020
Pasien saat dirawat di RS Sahabat Suwayuwo, Sukorejo

Pasuruan, Pojok Kiri
Puskesmas Wonorejo dan Ngempit Kabupaten Pasuruan wajib dievaluasi. Pasalnya, Puskesmas milik pemerintah ini bukannya peka akan situasi pandemic corona dan sigap mengurus warga yang berobat, Puskesmas ini malah sebaliknya menolak pasien alasan loket tutup.

Sebuah akun bernama Paijo Wonorejo curhat di facebook (FB). Isinya, pada Senin (13/04) pemilik akun mau memeriksakan diri ke pukesmas Wonorejo karena mengeluh suhu badan panas tinggi disertai batuk, pilek dan tenggorokan gatal.

Namun saat sampai di Pukesmas, bukannya dilayani, pemilik akun mengaku mendapat penolakan dengan alasan tutup karena waktu menunjukkan pukul 10.26 WIB.

Karena ditolak, ia lalu mencoba periksa ke Pukesmas Ngempit yang jarak perjalanan 10-15 menit dari Wonorejo.

Ironisnya, di Puskesmas ini, ia juga mendapat perlakuan sama, yakni ditolak dengan alasan bukan wilayahnya. Pemilik akun menyesalkan sikap Dua Puskesmas tersebut.

“Jika saya positif corona siapa yang disalahkan? ” ucapnya.

Karena mendapat penolakan oleh Dua Puskesmas Pemilik akun lalu berobat ke rumah Sakit Sahabat di Swayuwo, Sukorejo.

Kasus ini lalu viral setelah disebar ke group-group WA. Tak lama pihak Puskesmas Wonorejo lalu mendatangi rumah pemlik akun dan meminta maaf serta melakukan pengecekan kesehatan di rumah pemilik akun tersebut.

Petugas Puskesmas Wonorejo yang meminta maaf dan mendatangi rumah Pasien

Anehnya, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Syaiful Wijaya melalui situs resmi Pemerintah bukannya mengkecam tindakan Puskesmas, ia malah membela.

Baca Juga :  Selamatkan Warganya Dari Virus Corona, Camat Rembang Terus Lakukan Blusukan

Sebagaimana ditulis oleh akun http://www.pasuruankab.go.id, Anang mengatakan bahwa kejadian itu karena kesalahpahaman dalam memahami operasional layanan Puskesmas di tengah pandemic Covid-19.

“Warga tersebut datang ke Puskesmas Wonorejo pada Senin (13/04) sekitar pukul 10.30 WIB. Sedangkan loket pendaftaran berakhir pada pukul 10.00 WIB lantaran ada pengurangan jam kerja. inilah yang menyebabkan kesalahpahaman yang membuat warga tersebut curhat di facebook, “kata Anang.

Menurut Anang, para petugas di Puskesmas bukan menolak warga yang akan berobat, melainkan menganjurkan untuk datang kembali keesokan harinya. Terlebih, ketika datang ke Puskesmas, pasien tidak memiliki tanda-tanda kegawat daruratan.

“Karena waktu ke Puskesmas, pasien tidak ada tanda-tanda gawat darurat, sehingga dianjurkan kembali besok paginya. Jadi sebenarnya tidak ditolak, melainkan diminta kembali keesokan paginya, “ujar Anang sebagaimana ditulis di akun http://www.pasuruankab.go.id.

Pernyataan Anang, Jubir Covid-19 Kabupaten Pasuruan ini tentu saja memunculkan kecaman. Salah satunya dari anggota DPRD Kabupaten Pasuruan asal Gerindra, H. Elyas. Pria yang juga anggota Pansus Corona ini menganggap Gugus Tugas terlalu lemah dan menggampangkan masalah.

“Kok kesannya malah membela Puskesmas yang salah. Ini situasi darurat corona. Harusnya bersikap tegas. Tidak malah membenarkan orang berobat disuruh kembali besoknya. Jika ternyata benar terpapar virus corona bagaimana. Kan konyol. Kasus ini mejjadi catatan lemahnya Gugus Tugas. Segera akan kami bawa ke Pansus, “tukasnya. (Lis)

Baca Juga :  Bupati Pasuruan Masih Adakan Acara Kumpul-Kumpul, Undang Puluhan Kyai dan Pengasuh Pondok Pesantren
Sudah dibaca : 550 Kali