Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Corona // Pemerintahan

Proyeksi Angaran Rp. 77,3  Milyar Untuk Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Pasuruan, Penggunaannya Antara Fiksi Dan Nyata

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: April 11, 2020
  1. Ilustrasi

Pasuruan, Pojok Kiri

Sebagaimana yang tersampaikan dalam rapat Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan, Kamis (09/04), anggaran yang tersedia untuk mensuplay kebutuhan Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Pasuruan saat ini secara keseluruan sebesar Rp. 77.317.742.832,00 atau langsung kita sebut saja Rp. 77, 3 milyar.

Anggaran sebesar itu sebagaimana laporan Kepala Badan Keuangan Daerah, Luly Noermadiono berasal dari sisa anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) plafon anggaran tahun 2020 sebesar Rp. 8, 2 milyar, dana bagi hasil cukai untuk BTT sebesar Rp. 13, 9 milyar, dan anggaran hasil refocussing anggaran dari beberapa pos anggaran sebesar Rp. 55, 093 milyar.

Dari dana sebesar itu sebagaimana disampaikan oleh Luly, masih diserap Rp. 2, 4 milyar yang diajukan oleh Dinas Kesehatan untuk kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di RSUD Bangil. Namun sebagaimana diterangkan Agung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dari nilai Rp. 2, 4 milyar itu, pihaknya masih membelanjakan hanya Rp. 1, 5 milyar saja, alasannya masih sulit untuk mendapatkan APD.

Setelah dikurangi Rp. 2, 4 milyar, saat ini sisa anggaran yang dimiliki Gugus Tugas Covid 19 masih Rp. 74, 8  milyar.

Pertanyaannya, kenapa anggaran sebesar itu masih utuh? Ini yang harusnya Gugus Tugas Covid 19 terbuka.

Hasil telusur Pojok Kiri ke dalam lingkaran Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Pasuruan, ada fakta bahwa di internal tim yang mengurusi pencegahan penyebaran Covid 19 masih ketakutan dan kebingungan untuk melakukan penyerapan.

Baca Juga :  Tak Dihiraukan OPD, Komisi 1 DPRD Kabupaten Pasuruan Ogah Bahas RKA APBD 2019

Contoh kongkritnya, misal petugas pengamanan seperti Satpol PP atau kepolisian, serta lembaga lain yang masuk dalam tim ini, mereka juga butuh dana untuk uang makan, uang bensin, transportasi, kelengkapan alat pelindung diri dan sebagainya. Fakta yang terjadi, lembaga-lembaga ini sebagaimana sumber Pojok Kiri masih menggunakan anggaran pribadi lembaga tersebut karena masih berfikir pada pertanggungjawaban yang rumit ke depannya.

Kemudian soal bantuan sembako, saat ini angka yang masih digunakan adalah angka 6000 jiwa yang akan mendapat bantuan. Angka itu juga masih belum final karena fakta yang terjadi, semua warga ikut terdampak dengan adanya wabah virus corona ini.

Pertanyaanya, apakah tidak jadi masalah ketika pembagian tidak tepat sasaran dan merata. Belum lagi harus menghadapi pertanggungjawaban yang rumit. Salah sedikit penjara tempatnya.

Yang paling cepat kabar sebagaimana dikatakan Wakil Ketua Gugus Tugas, Sudiono Fauzan yang juga Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan. Akan ada pengadaan 3 juta masker yang akan dibagi ke masyarakat. Ini juga masih menjadi wacana belum mengarah ke teknisnya.

Perlu dicatat, dalam pegadaan barang di situasi darurat saat ini juga tetap melalui proses yang panjang. Pengajuan harus melalui verifikasi, harus ada SK Bupati, harus melalui lelang atau pengadaan langsung yang melibatkan rekanan dan sebagainya yang prosesnya tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Dengan demikian, masihkah  kita berharap dengan uang sebesar Rp  77, 3 milyar itu Gugus Tugas Covid 19 bisa menyetop penyebaran virus dengan cepat. Karena faktanya penggunaan anggarannya masih antara fiksi dan nyata.

Baca Juga :  Sungai Werati Rusak!!! #Henry: Pemprov Jatim Dan Pemkab Pasuruan Pembohong

Jadi kembali ke kita sendiri sebagai rakyat untuk sebisa mungkin menjaga diri sendiri. Kutkan Imunitas dan jangan takut secara berlebihan. (Pojok Kiri Pasuruan)

Sudah dibaca : 317 Kali