Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Desa

Kampung Pia Kejapanan, Gempol Bermasalah? (2) #Berdiri Di Atas Tanah Kas Desa, Bangunan Kios Sudah Dikerjakan Tanpa Musyawarah Warga Dan Tanpa Ijin?

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: April 5, 2020
Kios yang dibangun di atas tanah kas desa, kawasan Kampung Pia Gempol

Pasuruan, Pojok Kiri
Kampung Pia Gempol yang terletak di Dusun Waru, Desa Kejapanan seperti yang disampaikan oleh Disperindag melalui Udin, tangan Kanan Edi sang Kadis sudah dihibahkan ke Desa Kejapanan.

Kini bangunan Kampung Pia yang diproyeksi menjadi pusat oleh-oleh di kawasan Gempol itu sepenuhnya menjadi hak Desa Kejapanan untuk mengelola.

Lokasi bangunan Kampung Pia kini menjadi masalah. Pasalnya, bangunan yang menghabiskan dana milyaran rupiah tersebut berdiri di atas tanah kas desa (TKD).

Masalah muncul ketika saat ini sedang ada pembangunan gedung baru yang masih dalam Proses pengerjaan. Konon bangunan yang berupa petak-petak iitu adalah stand kios yang dibangun oleh Kades Kejapanan bekerja sama.dengan investor.

Uang apa yang digunakan untuk membangun?

Sumber Pojok Kiri warga Kejapanan yang namanya minta tidak disebut menyampaikan, uang yang digunakan adalah uang dari warga yang mau menyewa lapak-lapak tersebut atau mungkin uang investor.

Kenyataan ini membuktikan bahwa pembangunan lapak-lapak di areal Kampung Pia yang menggunakan tanah kas desa adalah bisnis murni. Sumber lantas mempersoalkan dasar pembangunannya yang disebut tidak melalui musyawarah desa.

Ada catatan yang disampaikan, bahwa mengingat bangunan berada di atas tanah kas desa yang notabene tanah negara, maka prosesnya harus melalui musyawarah desa, ada pembentukan panitia desa, harus dibuatkan peraturan desa (Perdes) sebagai dasar untuk pengelolaan serta ketentuan berapa nilai hasil yang harus masuk kas desa, termasuk pajak dan sebagainya.

Baca Juga :  Beber Fakta Kondisi Sebenarnya Proyek Kampung Pia, Gempol, Dari Nilai Rp. 1, 6 Miliar Anggaran 2019, Kata Kades Kejapanan, Jika Dihitung Paling Habis Hanya Separohnya

Selain itu, keberadaan bangunan baru berupa lapak atau stand kios yang berjumlah 55 diketahui ternyata tak berijin alias bodong. Hal ini sebagaimana hasil konfirmasi Pojok Kiri ke Kepala  Dinas Penanaman Modal.Dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan, Ediy Supriyanto, Sabtu (04/04).

“Tidak pernah ada pengajuan ijin untuk pembangunan lapak di Kampung Pia Gempol, “kata Edy.

Mengingat polemik Bangunan ada di atas tanah kas desa dan tanpa ijin? Tindakan Inspektorat dan Satpol PP diperlukan. (Lis-bersambung)

Sudah dibaca : 240 Kali