Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Peristiwa

PLN Bangil Arogan Di Tengah Corona, Tak Bayar 1 Bulan Langsung Diputus!!!

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: April 4, 2020
Kwh meter yang dicopot dan hanya dipasang skalar

Pasuruan, Pojok Kiri
Khoiron dan Ninik, pasangan suami istri warga Cangkringngmalang Sumber, RT: 02, RW: 04, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan mendapat perlakuan kejam dari PLN Bangil di tengah wabah virus corona. Mereka yang belum mampu bayar listrik bulan Maret karena penghasilan jualan nasi sepi mendadak aliran listriknya diputus pada Jum’at pagi (03/04) sekira pukul 08.00 WIB.

Kepada Pojok Kiri, Sabtu (04/04), pasangan ini menuturkan, untuk bulan Maret mereka memang belum bayar karena jualan sepi imbas virus corona. Pada Jum’at pagi, mereka didatangi petugas penagihan yang meminta dilakukan pembayaran bulan Maret dan April dengan nominal sekitar Rp. 400.000.

Saat itu sang suami minta kelonggaran sampai sore menunggu pesanan nasi dibayar. Tapi pihak PLN tak menggubris, mereka lalu memutus aliran listrik dan mencopot Kwh meter listrik.

“Waktu itu suami saya bilang mau bayar setelah antar pesanan, tapi petugasnya bilang kalau begitu urus saja ke kantor, begesernya (Kwh listrik, red) saya cabut dulu. Langsung saat itu dicopot listrik kami mati, “ungkap Ninik.

Beberapa jam setelah pemutusan, Khoiron lalu membayar tunggakan listrikmya ke PLN Bangil sekaligus minta dipasang kembali Kwh meternya. Namun usai membayar, listrik belum juga menyala hingga pukul 5 sore.

Anehnya, pada jam 5 sore, petugas datang tanpa membawa Kwh meter, alasannya listrik yang sudah diputus harus mengurus untuk listrik token atau pra bayar.

Baca Juga :  Pabrik Bodong Ada Di Desa Gempol, Diprotes Warga, Kadesnya Baru Melangkah

“Saat ini listrik kami sudah menyala, tapi tanpa ada Kwh meter, hanya dipasang sklar saja. Katanya nunggu Kwh token. Masak ya seperti ini, nanti ngitung beban listriknya bagaimana, “ucap Ninik.

Khoiron dan Ninik sangat menyesalkan kejadian ini, masak baru telat 1 bulan karena memang belum bisa bayar imbas virus corona langsung diputus tanpa ada toleransi. Ia lantas mempertanyakan program Presiden di tengah wabah corona saat ini.

“Katanya ada listrik gratis, tapi kami yang telat Satu bulan saja, dan minta waktu beberapa jam untuk bayar langsung diputus, kok ya tega, padahal situasi kerja sangat sulit saat ini, “keluh Ninik.

Hingga berita ini turun, belum ada konfirmasi dari PLN Bangil. (Lis)

Sudah dibaca : 650 Kali