Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pendidikan // Peristiwa

Jangan Anggap Anak Kami Datang Membawa Penyakit!! Wali Murid Desak Satgas Pindahkan Lokasi Pengecekan Bukan Di Rumah Sakit

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Maret 18, 2020
Para Pamong Desa Gununggangsir yang ikut menunggu kepulangan murid SMPN 1 Beji

Pasuruan, Pojok Kiri
Kenapa pengecekan anak kami harus di rumah sakit? Pertanyaan ini muncul sejak sore dari para wali murid pasca adanya berita bahwa pihak Satgas pencegahan virus corona Kabupaten Pasuruan akan menjalankan protokol kesehatan terhadap rombongan murid SMPN 1 Beji yang akan pulang dari Bali, Kamis pagi (19/03) di Rumah Sakit Grati.

Para wali murid sejak sore hingga sekarang resah. Mereka benar-benar tak menyangka kepergian anaknya ke Bali untuk tour harus berbuah penanganan khusus oleh Satgas corona.

Para wali murid, khususnya warga Gununggangsir, Beji malam ini tak ada yang bisa tidur. Mereka berkumpul di rumah tokoh pemuda Gununggangsir, Suryono Pane untuk menyampaikan keresahannya.

Kepada Pojok Kiri, Rabu malam (18/03) pukul 23.34 WIB, Suryono Pane mewakili para wali murid berharap pihak Satgas bisa mengubah lokasi pengecekan di luar rumah sakit.

“Kalau hanya pengecekan, kenapa harus di rumah sakit, kan bisa dilakukan di mana saja. Kalau di rumah sakit, kesannya semua yang ada di rombongan iru sakit. Ini jadi mengerikan di mata orang tua anak. Apalagi ada rencana dilakukan pengawasan selama 14 hari. Kesannya si anak ini benar-benar berpenyakit. Padahal kan tidak. Jadi tolong kepada Satgas untuk lebih bijak merubah lokasi pengecekan tidak di rumah sakit, “kata Suryono Pane.

Lebih dari itu lanjut Suryono Pane, ia meminta agar pengecekan dilakukan secara tertutup.

Baca Juga :  Anaknya Dipukuli Di Bus, Salah Satu Wali Murid SMPN 1 Beji Siapkan Langkah Hukum

“Pemerintah harus memperhatikan psikis anak dan keluarganya. Takutnya pasca pengecekan yang diikuti pengawasan selama 14 hari, si anak akan dikucilkan di lingkungan rumahnya. Jadi pemerintah dalam hal ini Satgas harus memikirkan soal itu, “ujar Suryono Pane.

Terpisah, Ketua Satgas corona Pemkab Pasuruan, Anang Syaiful Wijaya mengatakan, dipilihnya rumah sakit, khususnya rumah sakit Grati untuk pelaksanaan protokol.kesehatan atas rombongaan SMPN 1 Beji yang dari Bali dengan pertimbangan lokasi lebih dekat di sisi Timur, lahan parkir luas, serta yang berobat masih sedikit.

“Tidak ada masalah pengecekean di RS Grati, tempatnya tidak terlalu ramai. Kemudian penanganan bisa cepat jika ada yang terpapar. Jadi tidak perlu ditakutkan, “kata Anang sapaan akrabnya.

Selain itu terang Anang. Untuk semua yang ada dalam rombongan itu, identitasnya akan dirahasiakan. Namun secara umum.akan disampaikan jika ternyata hasil pengecekan dinyatakan negatif corona. Untuk dampak semua sudah kami pikirkan, “tukas Anang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sekolah SMPN 1 Beji sejak Senin (16/03) mengajak muridnya study tour ke Bali. Hal ini menjadi heboh karena sudah ada himbauan presiden agar sekolah meliburkam siswanya, dan tetap di rumah demi menghindari penyebaran virus corona.

Ketakutan terjadinya penyebaran virus corona ini menjadikan perjalanan ke Bali adalah hal mengerikan. Sehingga pihak Satgas corona Pemkab Pasuruan memaksa rombongan SMPN 1 Beji pulang yang nantinya akan disambut pengecekan kesehatan dengan lokasi dipilih Rumah Sakit Grati. (lis)

Baca Juga :  Soal Rencana Keberangkatan Rombongan Murid SMPN 1 Beji Ke Bali, Kadispendik Sudah Tahu?
Sudah dibaca : 1145 Kali