Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//DPRD

Dampingi Komisi 1 Ke Surabaya, Sahrul Sang Pendamping Dijemput Malaikat Maut

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
11 Maret 2020

Almarhum Moch. Sahrul Lazrudin

Pasuruan, Pojok Kiri


Kabar duka menyelimuti kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, seorang pendamping Komisi 1 yang bernama Moch. Sahrul Lazrudin, (39) warga Tamanan, Pasuruan meninggal dunia saat menjalankan tugas mendampingi Komisi 1 ke DPRD Jawa Timur, Rabu (11/03).

Informasi didapat Pojok Kiri, meninggalnya pria yang belum lama dinas di DPRD ini akibat terkena serangan jantung.

Kronologi kejadian sebagaimana disampaikan sejumlah sumber di DPRD, Sahrul panggilan pria ini ikut mendampingi Komisi 1 yang melakukan kegiatan study banding untuk pembahasan perencanaan program pembentukan peraturan daerah (Propemperda).

Sahrul ikut dalam rombongan Komisi 1 DPRD Kabupaten Pasuruan, berangkat pada Selasa (10/03). Malam hari, bersama rombongan Komisi 1 menginap di hotel Ciputra World kawasan Mayjen Sungkono, Surabaya.

Selama berangkat dan menginap sebagaimana informasi beberapa anggota Dewan yang namanya minta tidak disebut, Sahrul terlihat normal dan sehat. Bahkan ia sempat menikmati makan malam yang disediakan hotel di lantai 7.

Pagi hari, Sahrul melakukan aktivitas sama, ia juga sempat menikmati makan pagi yang disediakan hotel.

Setelah itu Sahrul bersama rombongan Komisi 1 berangkat ke DPRD Jatim untuk melaksanakan kunjungan. Saat itu menurut sejumlah saksi, Sahrul tidak terlihat gejala apa-apa.

Sekitar pukul 11. 20 WIB, acara kunjungan selesai, oleh anggota Komisi 1, ia sempat diminta foto-foto untuk dokumen.

Setelah itu, Sahrul bersama rombongan DPRD perjalanan pulang. Sahrul ikut mobil Ketua Komisi 1, Kasiman bersama pendamping lain yang bernama Udin.

Baca Juga :  Fraksi PKB DPRD Kabupaten Pasuruan Siap Awali Rapid Test Secara  Mandiri

Di tengah perjalanan menuju pintu tol Perak sekitar 3 km dari kantor DPRD Jatim,  Sahrul diinformasikan mengeluh punggungnya sakit. Saat itu mobil yang ditumpangi Sahrul berhenti di sebuah warung untuk membeli teh.

Usai minum teh sebagaimana cerita sumber DPRD, Sahrul sempat ke kamar kecil untuk kencing. Usai dari kamar kecil itu, tiba-tiba Sahrul jatuh pingsan.

Melihat itu, rombongan DPRD lalu melarikan Sahrul ke rumah sakit PHC Surabaya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Namun nyawa Sahrul tidak tertolong. Ia meninggal dunia saat itu sekitar pukul 12. 15 WIB.

Dugaan meninggalnya Sahrul menurut Sumber Komisi 1 adalah karena serangan jantung. Ada yang menyebut Sahrul memang punya riwayat penyakit itu.

Hartono dan Najib Setiawan yang merupakan anggota Komisi 1 mengatakan, jenazah Sahrul akan dikebumikan pada Kamis (12/03) pukul 09.00 WIB di pemakanan daerah tempat tinggalnya.

Kematian Sahrul ini menyisahkan duka mendalam bagi keluarganya. Apalagi ia harus meninggalkan Dua anaknya yang masih kecil. Yang pertama anak laki-laki masih sekolah kelas 5 SD, sedang yang Satu masih bayi.

“Rencananya besok, kami anggota DPRD akan ikut mengantarkan jenazah Sahrul sekaligus memberikan santunan. Untiuk anaknya, ke depan akan kami pikirkan bersama teman-teman di Komisi agar mendapat bantuan setiap bulannya, “kata Najib Setiawan, anggota Komisi 1. (Lis)

Sudah dibaca : 319 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri