Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pemerintahan

Jembatan Di Kendang Dukuh, Wonorejo Rapuh, Dibenahi Habis Ratusan Juta, Sebulan Sayapnya Sudah Dua Kali Retak

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
3 Maret 2020

Kondisi saat retak

Pasuruan, Pojok Kiri

Uang negara sepertinya enak untuk dibuat mainan. Faktanya, ada proyek perbaikan atau pemeliharaan jembatan dengan pagu Rp. 300 juta yang kemudian melalui lelang di LPSE dimenangkan oleh CV. Mahardhika dengan nilai tawar Rp. 247. 337. 500, – sudah rusak hanya dalam hitungan bulan.

Proyek itu dikerjakan sejak 01 Oktober 2019 setelah perintah kerja turun”>01 Oktober 2019 setelah perintah kerja turun dengan masa kerja 90 hari kalender.

Lokasi perbaikan atau pemeliharaan jembatan ini ada di Dukuh Kendang Tengah, Desa Kendang Dukuh, Wonorejo. Jembatan ini melintang arah Timur dan Barat melewati sungai desa yang mengalirkan air ke arah Utara.

Usai ditambal bagian luarnya

Warga bahagia? Tentu saja. Siapa tidak senang jembatan yang sehari-hari dilewati itu mendapat perbaikan.

Namun dalam satu bulan terakhir ini, warga dibuat resah. Pasalnya, jembatan yang sempat membuat mereka tersenyum bahagia tersebut mengalami retak Dua kali pada bagian sayap sisi Timur.

Retak pertama sebagaimana dikatakan H. Ulum, salah satu warga terjadi dalam satu bulan lalu. Tak lama setelah kejadian itu, ada pihak yang memperbaiki dengan menutup retakan bagian luar menggunakan semen dan bahan bangunan lainnya.

Namun penambalan yang tak lebih hanya menutup bagian luar itu tak membuat jembatan menjadi kuat. Dua minggu kemudian retakan kembali muncul. Lagi-lagi ada pihak yang menambal bagian luar retakan itu agar tidak kelihatan.

Baca Juga :  Wawali Sebut Tak Ada Bantuan Hukum Untuk Setiyono #Kabar Dari Kubu Golkar, Akan Gunakan Yusril Ihza Mahendra

Aksi tambal menambal yang tak menyentuh pada masalah utama yakni kondisi retak bagian dalam yang tetap mengangah tentu tak lebih untuk menutupi bobroknya proyek negara itu.

Ini keterangan proyeknya

Jembatan di Kendang Dukuh ini sepatutnya bagian sayap dibongkar lalu dibangun yang kuat. Sebab jika melihat fakta di lapangan, ada tengara perbaikannya tak maksimal dalam dugaan ambil untung yang terlalu besar. Suara warga bernama H. Ulum dengan tegas mengatakan, bahwa dalam perbaikan jembatan ini semennya kurang. (ziz/jok/yud/lis)

Sudah dibaca : 351 Kali