Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Dispora // Hukum

Jaksa Banding Atas Putusan Lilik, Pengacara Ikuti Sambil Teriak Jebloskan Mantan Kadispora dan Bendahara

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Februari 25, 2020
Lembar salinan putusan yang menyebut nama Munif dan Nanang

Pasuruan, Pojok Kiri

Selasa (11/02) lalu, Lilik Wijayati Budi Utami mantan Kepala Bidang Olahraga Di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi anggaran tahun 2017 divonis penjara 3 tahun, denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan, dan uang pengganti Rp 69 juta subsidair 3 tahun.

Putusan ini terhitung kurang dari separoh dari tuntutan jaksa yang menuntut Lilik hukuman 7 tahun penjara dan senda Rp. 250 juta subsidair 6 bulan kurungan, serta membayar uang penganti sebesar Rp. 69. 720 subsidair 3 tahun 3 bulan penjara.

Pasca putusan itu, secara hukum ada waktu 14 hari yang dimiliki jaksa penuntut umum dan kubu terdakwa untuk melakukan langkah lanjutan, apakah menerima, atau banding.

Atas putusan Lilik yang kurang dari separoh tuntutan tersebut, jaksa tidak puas. Langkah banding-pun dilakukan.

6 hari pasca putusan, yakni Senin (17/02) secara resmi jaksa melakukan banding. Hal itu dibuktikan dengan diajukannya akta permintaan banding ke pengadilan.

“Kami secara resmi sudah menyampaikan akta banding, hal ini kami lakukan karena putusan kurang dari separoh, “kata Denny Saputra, Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Selasa (25/02).

Lalu bagaimana dengan kubu Lilik selaku terdakwa?

Eliza dan Wiwik sang pengacara mengaku juga melakukan langkah yang sama. Ia ikut banding karena jaksa melakukan banding.

“Kami mengikuti, karena jaksa banding, maka kami ikuti banding, “kata Eliza dan Wiwik.

Baca Juga :  Kantor Dinas Koperasi Ikut Disegel KPK? #Lalu Kenapa Yang 3 Orang Dipulangkan? Ada Kabar Walikota Sebenarnya Tak Tahu Apa-Apa

Untuk akta permintaan banding kubu Lilik menurut ke Dua pengacara itu sudah disampaikan ke pengadilan selang Satu hari pasca jaksa menyampaikan aktanya.

“Jaksa Senin tanggal 17, kami Selasanya tanggal 18, “kata Eliza dan Wiwik.

Lepas dari itu, salinan atau turunan putusan yang sudah diterima kubu Lilik yang menyebut pertimbangan adanya pemotongan 10 persen melalui rapat yang dipimpin Kadispora Abdul Munif dan adanya uang yang tak dapat dipertangungjawabkan oleh bendahara Nanang, Eliza dan Wiwik selaku pengacara mendesak agar jaksa berlaku adil dengan melanjutkan kasus ini.

“Sangat tidak fair, ketika klien kami yang hanya dianggap menerima fee proyek 69 juta harus merasakan hidup dipenjara. Padahal faktanya uang itu uang pribadi yang digunakan untuk meminjami uang muka kegiatan rekanan bernama Denma Wahyu Purnomo. Sedang aktor inti tidak diproses. Hukum macam apa ini, “ucap Eliza dan Wiwik.

Terkait ini, Kasi Pidsus, Denny mengatakan, untuk kelanjutan kasus korupsi Dispora, apakah ada tersangka baru atau tidak, pihak kejaksaan masih menunggu salinan putusan resmi dari PN Tipikor.

“Kami masih menunggu salinan putusannya, baru kami akan tentukan langkah, “kata Denny. (Lis)

Sudah dibaca : 411 Kali