Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Uncategorized // Wisata

Pertapaan Indrokilo Pasuruan, Wisata Desa Yang Disembunyikan Pemerintah?

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
18 Februari 2020

Pertapaan Indrokilo

Pasuruan, Pojok Kiri


Pertapaan Indrokilo, sebuah kawasan religi yang terletak di Dusun Talungnongko, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dapat dikatakan sebagai kawasan wisata teranak tirikan atau bisa jadi terbuang dan disembunyikan. Pasalnya, kawasan wisata alam yang juga sebagai pintu menuju Gunung Ringgit ini oleh pemerintah setempat tak diberikan petunjuk arah satupun. Padahal kawasan ini cukup populer, khususnya bagi kalangan pecinta alam maupun wisatawan yang suka mempelajari sejarah kerajaan.

Di lokasi wisata pertapaan atau juga biasa disebut pasaraean ini kegiatan mistis sering dilakukan oleh pengunjung. Selain itu banyak juga yang datang untuk menikmati alam pedesaannya atau ingin mendaki ke Gunung Ringgit.

Untuk sejarah Pertapaan Indrokilo sendiri silahkan googling di internet, maka banyak penjelasan yang akan muncul di sana. Salah satu catatan sejarahnya, di lokasi inilah Bung Karno sang Presiden pertama Indonesia yang juga dijuluki Sang Putra Fajar sering bertapa dan merenung sebelum ia menjadi Presiden.

Lepas soal catatan sejarahnya, Pertapaan Indrokilo selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Para wisatawan itu ada yang menikmati suasana dengan berjalan kaki, ada juga yang menggunakan motor jenis trail.

Jarak tempuh dari gang masuk atau jalan kecil yang ada di Jalan Indrokilo menuju lokasi pertapaan sekitar 22 kilo meter. Waktu yang dibutuhkan untuk pejalan kaki sekitar 2, 5 hingga 3 jam tergantung seberapa cepat kita berjalan, mengingat medan jalan juga didominasi tanah. Tentunya jika bawa motor akan lebih cepat dari itu.

Baca Juga :  Tak Ber IMB, Satpol PP Ancang-Ancang Tutup Indomaret Karangjati Depan Tamandayu

Untuk menuju lokasi Indrokilo ada banyak jalur. Namun untuk jalur tercepat ada Dua, yakni lewat Tamandayu dan jalur Taman Safari.

Pojok Kiri sempat tergelitik untuk datang ke Indrokilo. Lalu pada Minggu sore (16/02) sekira pukul 13.30 WIB Pojok Kiri memulai perjalanan menuju lokasi itu.

Beberapa wisatawan yang datang ke Indrokilo

Wartawan Pojok Kiri yang merupakan asli Pasuruan memang baru kali ini tergelitik mendatangi kawasan wisata Indrokilo. Selama ini memang tidak ada keinginan atau lupa ada kawasan wisata itu. Baru setelah melihat internet, yang ternyata Indrokilo banyak dikunjungi wisatawan, keinginan untuk mendatangi itu ada.

Pojok Kiri memilih jalur Taman Safari. Alasannya menurut catatan pengunjung yang pernah ke sana, lewat jalur ini lebih cepat dengan jarak tempuh sekitar 4 kilo meter dari Jatiarjo menuju gang masuk pertapaan. Sedang jika lewat jalur Tamandayu, jarakmya sekitar 9 kilo meter dan harus melalui jalan tanjakan yang cukup curam.

Dalam hati Pojok Kiri, lewat jalur yang menjadi lalu lalang wisatawan ke Taman Safari ini pasti ada papan petunjuk arah yang dipasang menyebut Indrokilo. Namun sejak masuk pasar Sukorejo hingga Jatiarjo, papan bertuliskan arah ke Indrokilo itu nihil.

Karena takut kesasar, apalagi sore itu hujan begitu lebat, Pojok Kiri lalu meminta bantuan Google map. Dengan modal paketan internet, Pojok Kiri yang melaju di jalur arah wisata Taman Safari cukup terbantu. Namun Pojok Kiri sangat heran karena di sepanjang jalan tak ada satupun petunjuk arah menuju Indrokilo.

Baca Juga :  Diobok-Obok Satpol PP, Bisnis Karaoke Bonus Purel Di Warung Remang-Remang Ruko Meiko, Nogosari Tiarap

Setelah melaju sembari tengok kanan kiri dan mendengar celotehan suara wanita di google map, Pojok Kiri sempat ragu. Jangan-jangan sang google map salah. Sebab hingga terlihat pintu gading penunjuk pintu masuk kawasan wisata Taman Safari, tetap tidak ada papan petunjuk arah menuju Indrokilo.

Baru setelah google map bilang belok kanan, diketahui ternyata arah Indrokilo sekitar 200 meter dari pintu masuk Taman Safari belok kanan. Di belokan itu kagi-lagi tak ada papan bertuliskan wisata Indrokilo.

Di sepanjang perjalanan belok kanan itu juga sama. Papan petunjuk le Indrokilo sama sekali tidak ada. Pojok Kiri hanya melihat tulisan arah kiri yang menyebut arah Jendela Langit.

Tempat-tempat mistis di Indrokilo

Sang google map sempat bikin kecewa. Sebab suara wanita di Google itu beberapa kali menyesatkan Pojok Kiri dengan menunjukkan arah yang salah dan Pojok Kiri harus balik arah.

Kecewa dengan google map yang beberapa kali salah, Pojok Kirinlalu mengandalkan bertanya ke warga. Ternyata para warga sangat familier dengan arah Indrokilo, hingga akhirnya Pojok Kiri sampai juga ke jalan menuju arah pertapaan Indrokilo.

Anehnya, baik di perjalanan hingga sampai di gang atau jalan kecil menuju lokasi wisata Indrokilo, tak satupun ada petunjuk arah itu.

Dalam hati Pojok Kiri bertanya-tanya  Apakah memang kawasan ini sengaja disembunyikan atau bagaimana oleh pemerintah. Pojok Kiri hanya bisa gelemg-geleng kepala. (Lis)

Sudah dibaca : 1355 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri