Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hukum // Kriminal

Edannn!!! Oknum Pengacara, LSM Dan Wartawan Terlibat Industri Sabu!!!

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Februari 17, 2020
Para pelaku saat dikeler untuk rilis

Pasuruan, Pojok Kiri

Satresnarkoba Polres Pasuruan,  Senin (10/02) lalu berhasil menggerebek industri kecil sabu yang ada di kawasan komplek perumahan pavillion Taman Dayu, Dusun Ketanireng, Desa Ketanireng, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Dalam penggerebekan itu, Satresnarkoba menangkap Tujuh pelaku. Mereka adalah Siswanto (38) warga Dusun Jetak RT 006 /RW 010, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Hananto (47) warga Dusun Bunut, Desa Bunut,  Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Samuel (49) warga Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Heru Sukarianto (41) warga Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Suwandi (38) warga Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, Hidayatus Solikhin (35) warga Dusun Banjaran Rt 05 Rw 06, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, dan Yusuf (32) warga Dusun Gelang, Desa Karangrejo, Kecamatan Pandaan.

Senin (17/02), Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan merilis hasil kerja Satresnarkoba tersebut.

Dalam rilis yang dilakukan Kapolres, disampaikan bahwa dari Tujuh pelaku, Dua diantaranya merupakan oknum wartawan dari media Cakrawala bernama Hananto dan LSM LPPNRI bernama Yusuf.

Untuk media Cakrawala, tidak jelas apakah itu koran, tabloid, online atau yang lain. Sejumlah wartawan termasuk Pojok Kiri juga tidak ada yang kenal dengan wartawan bernama Hananto itu.

Selain wartawan dan LSM, satu dari ke Tujuh pelaku juga diketahui sebagai pengacara. Ia bernama Siswanto.

Melalui Siswanto inilah terkuaknya industri sabu dii Taman Dayu. Menurut Kapolres, Siswanto ditangkap lebih dulu di Surabaya, lalu dikembangkan hingga terbongkar adanya industri sabu tersebut.

Baca Juga :  Deklarasi Anti Hoax Dengan Pengguna Medsos, Kapolres Himbau Netizen Jangan Latah Ikut Ngeshare Berita Tidak Jelas

Hasil pemeriksaan yang dilakukan, industri sabu itu sudah berjalan sekitar 5 bulan. Produksi dilakukan sejak Oktober 2019.

Lokasi pemasaran barang haram tersebut terang Kapolres, meliputi wilayah Pasuruan, Malang, Sidoarjo dan Surabaya.

Dalam penggerebekan yang dilakukan, Saresnarkoba mengamankan 25 gram sabu siap edar.

Kini ke Tujuh pelaku meringkuk dalam tahanan. Mereka harus menjalani proses hukum. Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 112 ayat (1) tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (isb)

Sudah dibaca : 130 Kali