Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pemerintahan // Perdagangan

Proyek Kampung Pia Gempol Diobok-Obok BPK

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Februari 14, 2020
Saat Tim BPK berada di Kampung Pia

Pasuruan, Pojok Kiri

Proyek Kampung Pia (kue Pia, red) di Dusun Warurejo, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol didatangi tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kamis (13/02). Tim BPK itu didampingi oleh tim dari Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan.

Proyek multi years yang tahun 2019 lalu masuk tahap ke Dua dengan kucuran dana mencapai Rp. 1 6 miliar ini sempat mangkrak selama 1 tahun pasca pelaksanaan tahun 2017.

Pada proyek pertama tahun 2017, dana yang dikucurkan untuk proyek ini nilainya mencapai Rp. 1 1 miliar. Sementara tahun 2018 berhenti karena tidak ada dukungan dana.

Proyek yang menggunakan dana APBD Kabupaten Pasuruan ini sempat mendapat sorotan negatif dari masyarakat terkait perencanaannya. Sebab dengan nilai anggaran sebesar itu perencanaan oleh Dinas pengusung yakni, Disperindag dinilai asal-asalan.

Saat Tim BPK berada di Kampung Pia

Catatan yang disampaikan salah satu warga setempat bernama Badrun, posisi bangunan Kampung Pia atau sentra produk kue Pia yang berada di tepi jalan arteri ini terlalu di bawah atau lebih rendah dari jalan. Apalagi menurutnya, jalan arteri masuk zona jalan merah yang laju kendaraan kencang, sehingga dikhawatirkan pengendara tidak melirik kampung pia yang posisinya di bawah.

Apakah catatan warga ini yang membuat BPK obok-obok Kampung Pia?

Udin tangan kanan Kadisperindag, Edy Suwanto kepada Pojok Kiri mengatakan, turunnya BPK ke Kampung Pia sifatnya mengawali pemeriksaan. Menurutnya, semua proyek akan didatangi oleh BPK.

Baca Juga :  Sekkota Pasuruan Kena Getahnya, Ia Tersudut Atas Pengakuan Setiyono Dalam Persidangan

“Kebetulan proyek Kampung Pia yang pertama, “kata Udin. (Lis)

Sudah dibaca : 35 Kali