Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Kejaksaan

Sudah Jelas Tak Ada Ijin  Dan Disebut Meresahkan, Kenapa Pengobatan Ningsih Tinampi Tetap Dibiarkan?

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
10 Februari 2020

Ningsih Tinampi

Pasuruan, Pojok Kiri


Pertemuan yang dilakukan tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (Pakem) serta unsur pemerintah seperti Dinas Kesehatan, Satpol PP, kepolisian dan TNI di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, Senin (10/02) yang juga mengundang Ningsih Tanampi, wanita ‘sakti’ asal Karangjati, Pandaan yang selalu menghadapi pasien kesurupan memunculkan tanda tanya besar.  Sebab sebagaimana disampaikan Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan, Erfan Efendi Y.A, di hadapan sejumlah wartawan, dalam hal pengobatan spriritual yang dilakukan Ningsih Tinampi sangat meresahkan masyarakat karena menimbulkan pro dan kontra. Apalagi Ningsih sempat ngoceh jika ia bisa memanggil nabi dan malaikat.

Erfan tak menampik jika pengobatan Ningsih meresahkan. Adanya pasiien yang selalu kesurupan dan peragaan pengobatan yang sering disiarkan langsung melalui media sosial telah mengundang banyak pro dan kontra itu.

Catatan lain sebagaimana disampaikan Erfan, dalam pertemuan dengan Ningsih, ada pengakuan Ningsih yang mengatatakan bahwa ia sama sekali tidak bisa melihat jin atau mahluk ghoib yang menempel dii tubuh orang kesurupan yang ia obati. Hal ini juga menjadi keraguan. Apakah pasiennya benar-benar kesurupan atau tidak. Apalagi setiap pasien yang datang diagnosanya pasti kerasukan jin, tukang santet, Nyi Roro kidul dan sebagainya.

Saat pertemuan yang menghadirkan Ningsih Tinampi

Catatan lain yang juga tak kalah penting, ternyata pengobatan Ningsih Tinampi ini liar alias tak ada ijin. Hal ini juga disampaikan oleh Erfan sebagaimana pengakuan Ningsih.

Baca Juga :  Kenapa Ningsih Tinampi 'Digiring' Ke Tim Pakem? Apakah Masuk Kategori Aliran Kepercayaan Atau Keagamaan?

Lantas apa hasil pertemuan itu? Inilah yang menjadi pertanyaan inti. Menurut Erfan, Ningsih hanya dinasehati agar melakukan pengobatan yang elegan. Seperti apa? Kata Erfan, saat mengobati jangan disiarkan secara langsung, tetapi masih boleh videonya diunggah di media sosial.

Tak ada kalimat yang memaksa Ningsih untuk menghentikan pengobatannya baik sementara atau selamanya. Tim Pekem melalui Erfan menyampaikan hanya sebatas memberi saran dan nasehat saja. Hal ini karena keberadaan Ningsih Tinampi juga berpengaruh positif bagi warga sekitar dalam hal ekonomi.

Namun ada pertanyaan terakhir, kenapa pertemuan tim Pakem dengan Ningsih dilakukan  secara tertutup? Apakah ada hal penting yang harus dirahasiakan? Padahal para wartawan juga ingin wawancara langsung dengan Ningsih Tinampi. (Lis)

Sudah dibaca : 277 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri