Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hukum // Pemerintahan

Selasa  Depan, Lilik Terdakwa Korupsi Dispora Masuk Agenda Putusan, Pengacara Desak Inisiator Pemotongan 10 Persen Dikerangkeng

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Februari 6, 2020
Lilik Tersangka Kasus Dispora

Pasuruan, Pojok Kiri

Kasus korupsi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan atas terdakwa Lilik Wijayati Budi Utami sudah masuk agenda final yakni putusan. Rencananya putusan ini digelar pada Selasa, 11 Februari 2020.

Momen putusan atas terdkwa Lilik ini sudah ditunggu oleh banyak orang. Sebab teka teki ada atau tidaknya tersangka baru akan muncul pasca putusan tersebut.

Sedikit catatan tentang perjalanan sidang Lilik, dalam dakwaan jaksa, Lilik didakwa ikut makan uang negara senilai Rp. 918 juta lebih.

Namun dalam pembuktian sidang, Lilik ternyata hanya masuk kategori receh yang hanya ‘makan’  Rp. 69 juta. Lalu sisanya siapa yang makan?

Sementara dalam eksepsi yang dilakukan Lilik pasca dibacakan dakwaan. Lilik membeber fakta bahwa di Dispora pada anggaran tahun 2017 yang terseret ke kasus hukum, ada potongan 10 persen yang dipotong langsung melalui bendahara. Potongan itu atas instruksi Kadispora yang sudah ditetapkan melalui rapat.

Catatatan pemotongan 10 persen anggaran itu juga muncul dalam dakwaan jaksa. Sehingga terjadi selisih keuangan sebesar Rp. 918 juta.

Wiwiwk sang pengacara terdakwa Lilik saat dihubungi Pojok Kiri, Kamis (06/02) membenarkan rencana putusan itu. Hal ini setelah agenda pembelaan, replik dan duplik pasca tuntutan usai dilaksanakan.

“Selasa depan (11/02) agenda putusan, “kata Wiwik.

Terkait putusan ini, Wiwik mengaku minta bebas atas kliennya. Sebab uang yang tuduhkan atas kliennya itu bukan uang negara, tetapi uang pinjaman yang sudah dibayar.

Baca Juga :  Nelayan Kabupaten Pasuruan Segera Gunakan Mesin Berbahan Bakar Gas

Lepas dari itu, ia juga meminta kepada hakim dan jaksa untuk menyeret pelaku sebenarnya yang memotong angka 10 persen anggaran negara, yakni Bendahara, Nanang dan Kadispora, Munib.  Sementara untuk Heru ia sebut beda kasus hanya soal transfer Rp. 3 juta saja.

Semsntara itu, Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Deny Saputra saat dikonfirmasi Pojok Kiri meminta media untuk menunggu hasil putusan terkait ada tidaknya tersangka baru.

“Tunggu hasil putusan dulu, “ucapnya. (Lis)

Sudah dibaca : 115 Kali