Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pendidikan

Terkait Dana Bos Digunakan Bayar Hutang Di SDN Nguling 1, Ini Klarifikasi Kepsek Dan Mantan Kepsek

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Februari 4, 2020
Akhmad Suyanto dan Ninik Maryati

Pasuruan, Pojok Kiri

Sekian lama diam, Kepsek SDN Nguling 1, Akhmad Suyanto dan mantan Kepsek, Ninik Maryati akhirnya memberikan klarifikasi terkait adanya pemberitaan dana BOS digunakan untuk bayar hutang senilai Rp. 80 juta.

Ninik Maryati, mantan Kepsek SDN Nguling 1 yang saat ini menjabat Kepsek SDN Sedarum 1 saat ditemui Pojok Kiri, di tempat kerjanya Senin (03/01) memyampaikan klarifikasi atas pemberitaan yang membawa namanya.

Ninik selama ini diketahui sebagai pihak yang menagih hutang ke sekolah yang pernah ia pimpin. Hutang sekolah ke Ninik disebut mencapai Rp. 80 juta rupiah.

Namun dalam klarifikasi Ninik ke Pojok Kiri, dikatakan tidak ada hutang senilai Rp. 80 juta itu. Yang ada menurutnya hanya sekitar Rp. 35 juta. Uang itu disebutnya merupakan uang talangan kegiatan sebelum dana BOS cair.

“Kalau istilah hutang piutang tidak ada, yang ada itu, selama dana BOS belum cair, kegiatan sekolah kami carikan pinjaman dulu. Kebetulan saya ada uang, daripada harus hutang ke orang lain, maka untuk kegiatan sekolah saya talangi dulu. Lalu saat dana BOS cair, uang dikembalikan. Tapi nilainya tidak sampai Rp. 80 juta. Hanya Rp. 35 juta, “terang Ninik.

Nilai Rp. 35 juta itu menurut Ninik semua sudah sesuai dengan pos -pos kegiatan yang sudah direncanakan melalui Rencana Kegiatan Sekolah (RKS).

“Sebelum penggunaan dana-dana itu, saya bersama-sana.guru secara musyawarah membuat rencana kegiatan. Hasilnya kami pajang di dinding kantor agar semua guru tahu RKS itu, “ujar Ninik.

Baca Juga :  Pasca Dilurug Wali Murid, Pungutan Di SMPN 1 Tutur Apakah Sudah Dikembalikan?

Terpisah, Kepsek SDN Nguling 1, Akhmad Suyanto saat ditemui Pojok Kiri justru mengaku berterimakasih atas adanya pemberitaan di Pojok Kiri. Sebab selama ini ia seolah sebagai tertuduh membayar hutang menggunakan dana BOS, padahal itu tidak benar.

“Uang BOS yang cair pada semester 3 atau periode Juli-September itu memamg masih kewenangan Bu Ninik yang mengambil. Uang itu lalu masuk pembayaran kegiatan yang sudah didanai sebelumnya melalui dana talangan pribadi senilai Rp. 30 juta. Kemudian pada semester 4 atau periode Oktober-Desember saya yang ambil. Kemudian saya sisihkan Rp. 5 juta untuk membayar kekurangan dana milik bu Ninik. Jadi istilah hutang itu memang dana yang ditalangi secara pribadi karena dana BOS belum cair, “tukas Suyanto. (ziz/jok)

Sudah dibaca : 266 Kali