Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Perdagangan

Swalayan Di Kancil Mas, Bangil Tak Ada Kajian Sosial Ekonomi, Kok Berani Beroperasi?

Redaksi Pojok Kiri Pasuruan
31 Januari 2020

Swalayan di Kancil Mas

Pasuruan, Pojok Kiri

Keberadaan swalayan di Kancil Mas, Bangil, tepatnya jalan Bader, bak algojo yang akan membunuh toko-toko kecil di sekitarnya. Lalu bagaimana bisa berdiri tegak di lokasi yang masih tergolong kampung ini, siapa yang mengijini?

Kata Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan, Swalayan ini sudah pumya ijin mendirikan bangunan (IMB). Lantas jika  itu saja yang dimiliki, apakah cukup. Jawabanya tentu saja tidak.

IMB  hanya salah satu syarat dari 7 syarat yang harus dimiliki untuk membuka swalayan. Lalu bagaimana dengan syarat yang lain?

Fakta sebagaimana penelusuran Pojok Kiri, sebuah syarat penting untuk bisa munculnya Ijin Usaha Toko Modern (IUTM) yakni kajian sosial ekonomi (Sosek) masyarakat ternyata  belum ada.

Fakta ini terjawab saat Pojok Kiri mengkonfirmasi Disperindag Kabupaten Pasuruan, Jum’at (31/01).

Melalui Kabid Perdagangan, Ulfa, dikatakan bahwa untuk swalayan di Kancil Mas belum pernah mengajukan kajian sosial ekonomi masyarakat.

“Sampai saat ini belum ada permohonan kajian Sosek yang diajukan oleh pihak swalayan. Secara aturan toko modern harus ada hasil kajian untuk mendapatkan IUTM, karena itu yang paling penting. Rekomendasinya dari Disperindag, “kata Ulfa.

Sementara itu, informasi terbaru yang didapat Pojok Kiri dari Kepala DPMPT, Edi saat dihubungi Pojok Kiri, Jum’at (31/01), ia yang didampingi Kabid Perijinan Usaha, Ria menegaskan, bahwa untuk Swalayan di Kancil Mas belum boleh beroperasi karena belum ada kajian Soseknya.

Baca Juga :  Beber Fakta Kondisi Sebenarnya Proyek Kampung Pia, Gempol, Dari Nilai Rp. 1, 6 Miliar Anggaran 2019, Kata Kades Kejapanan, Jika Dihitung Paling Habis Hanya Separohnya

“Untuk ijin usaha toko moderennya belum ada, karena belum asa rekomendasi kajian Sosek dari Diesperindag. Sedang untuk ijin lain, seperti IMB, ijin lokasi, ijin lingkungan semua ada. Tapi karena belum ada IUTM nya, maka swalayan itu belum boleh beroperasi, “kata Edi.

Bagaimana fakta di lapangan? Ternyata swalayan itu sudah beroperasi sekitar 1 bulan yang lalu. Kok berani? Adakah beking di belakangnya? (Lis)

Sudah dibaca : 212 Kali