Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pendidikan

Munculnya Hutang Rp. 80 Juta Di SDN Nguling 1 Memanas Di Internal Guru, Ada Kabar, Kepsek Lama Tak Ada Koordinasi

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Januari 31, 2020
Ninik Maryati, Kepsek  Lama, dan Akhmad Suyanto, Kepsek Baru

Pasuruan, Pojok Kiri

Pasca pemberitaan dana BOS digunakan untuk membayar hutang di SDN Nguling 1, muncul informasi baru yang menyebut,  bahwa catatan hutang yang tiba-tiba tertera angka Rp. 80 juta itu sama sekali tidak diketahui dewan guru.

Para guru di SDN Nguling 1 dalam hal penggunaan dana BOS termasuk uang talangan atau pemberian pinjaman untuk pekerjaan fisik tidak diajak koordinasi. Sehingga munculnya nominal Rp. 80 juta itu membuat kaget para dewan guru.

“Uang 80 juta itu tanpa sepengetahuan dewan guru. Tiba-tiba sekolah punya hutang ke bu Ninik sebesar Rp. 80 juta itu. Semua dewan guru kaget, “kata beberapa guru tanpa mau disebut nama.

Untuk diingat kembali, di SDN Nguling 1 pasca ditinggal Kepsek lama, Ninik Maryati yang saat ini menjabat Kepsek di SDN Sedarum 1 ternyata punya catatan hutang Rp. 80 juta. Lucunya,, hutang itu bukan ke orang lain, tetapi ke Ninik sendiri selaku Kepsek saat itu.

Adanya hutang ini menjadi tanda tanya para dewan guru. Kapan hutangnya kok tidak ada koordinasi.

Apesnya, Kepsek baru Akhmad Suyanto harus menanggung beban hutang tersebut. Iapun lantas memggunakan dana BOS untuk membayar.

Sayangnya hingga beberapa kali berita muncul, pihak Kepala Sekolah dan Mantan Kepala Sekolah SDN Nguling 1 seolah diam seribu bahasa. Mereka seolah kompak untuk tidak buka suara.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi saat dikonfirmasi Pojok Kiri, Jum’at (31/01) membenarkan bahwa terkait adanya hutang di SDN Nguling 1 memang tidak ada koordinasi antara Kepala.sekolah dengan dewan guru.

Baca Juga :  Ditagih Hutang Kepsek Lama, SDN Nguling 1 Bayar Pakai dana BOS?

“Kalau pekerjaan fisik memang ada, hanya untuk nilainya sampai muncul Rp. 80 juta itu tidak ada korrdinasi dengan dewan guru. Saat ini sudah saya perintahkan untuk diselesaikan secara internal, “kata Iswahyudi. (ziz/Lis)

Sudah dibaca : 66 Kali