Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hukum // Peristiwa

Kolam Renang Pak Soleh Pandaan Tewaskan Bocah 3 Tahun. Nihil Police Line, Apakah Tak Diproses Secara Hukum?

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Januari 27, 2020
Kolam tanpa police line, tempat kejadian bocah 3 tahun tewas tenggelam

Pasuruan, Pojok Kiri

Kasus bocah usia 3 tahun asal Surabaya bernama Azzam Maulana tenggepam di kolam renang Lesehan Pak Soleh (LPS) yang ada di Dusun Tenggulunan, Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, Minggu (26/01) sekira pukul 14.00 WIB diduga tak diproses secara hukum. Pasalnya, saat Pojok Kiri mendatangi kolam renang bersama beberapa wartawan media lain, Senin (27/01) sekira pukul 09.00 WIB tak terlihat adanya police line.

Untuk diketahui, garis polisi atau police line dipasang dengan tujuan agar lokasi atau tempat kejaidan perkara (TKP) tak dilewati siapapun tanpa prosedur yang dibenarkan forensik kepolisian hingga perkara sudah dinyatakan selesai dari sisi proses hukum.

Tentunya kasus bocoh tenggelam di kolam renang LPS, Pandaan ini juga masuk kategori kasus pidana umum menyangkut kelalaian pihak pengelola, sebagaimana diatur dalam Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Namun ada kejanggalan saat wartawan datang ke TKP sehari pasca kejadian bocah tenggelam. Ternyata police line tidak ada. Yang terlihat kolam dalam keadaan tertutup dengan pintu masuk terkunci dengan gembok . Apakah kasus ini tidak diproses secara hukum?

Kapolsek Pandaan, Jaka Winarno saat dikonfirmasi (27/01) mengatakan, kesalahan dari pihak keluarganya yang tidak melakukan pengawasan.

“Tadikan sudah jelas keluar di salah satu media cetak. Pihak keluarga tidak mempermasalahkan, sudah diikhlaskan. Mereka mengakui kesalahan memang dari pihak keluarga yang lalai dalam pengawasan, “kata Kapolsek sambil meninggalkan awak media. (isb)

Sudah dibaca : 386 Kali