Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pendidikan

Kasus Dugaan Dana BOS Di SDN Nguling 1 Diselewengkan Untuk Bayar Hutang Beres Di Meja DIspendik? 

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Januari 27, 2020
Akhmad Suyanto Kepsek SDN Nguling 1 bersama Ninik Maryati sang penagih hutang

Pasuruan, Pojok Kiri

Kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Nguling 1 sejauh ini belum ada informasi bagaimana pertanggungjawabannya. Sebab panggilan yang dilakukan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan Jum’at (25/01) terhadap Akhmad Suyanto, Kepsek SDN Nguling 1 dan Ninik Maryati, mantan Kepsek belum ada informasii bagaimana hasilnya.

Diketahui, SDN Nguling 1 punya hutang senilai Rp. 80 juta terhadap Ninik yang mantan Kepsek di sekolah tersebut. Hutang itu sebagaimana informasi dari guru setempat, muncul saat Ninik jadi Kepsek dan membiayai perbaikan fisik gedung termasuk pemindahan taman.

Kini saat Ninik pindah, hutang itu ditagih, yang kemudian dibayar menggunakan dana BOS.

Proses pembayaran hutang itu dilakukan dengan cara dicicil. Dimana cicilan pertama sebagaimana keterangan sumber sebesar Rp. 30 juta. Uang itu diambilkan dari dana BOS semester 3 atau periode Juli-September. Kemudian cicilan ke Dua sebesar Rp. 5 juta yang dibayar melalui dana BOS semester 4 atau periode Oktober-Desember.

Kasus dugaan penyalahgunaan dana BOS ini direspon oleh Dispendik. Melalui Sub Bagian (Subbag) Penyusunan Program (Sungram) dan Pelaporan (dulu PRP, red), Kepsek SDN Nguling 1, Yanto dan Ninik sang penagih hutang dipanggil untuk menemui staf Sungram bernama Irwan yang dipercaya mengawasi aliran dana BOS.

Bagaimana hasil panggilan itu? Dijelaskan Irwan saat dikonfirmasi Pojok Kiri, Senin petang (27/01) sekira pukul 19. 01 WIB masih dalam proses pencarian bukti.

Baca Juga :  Ada Nada-Nada Ancaman, Kepsek Ketakutan, Sedang Para Guru Mengaku 'Down' #Buntut Demo Siswa Siswi SMKN 1 Rembang

“Kami masih butuh bukti misal ada perjanjian hutang. Namun untuk diluruskan, hutang antara SDN Nguling 1 dengan Ninik ini bukan murni hutang. Tetapi merupakan proses pembiayaan operasional yang menggunakan uang Kepsek saat itu (Ninik, red) sebelum dana BOS cair, “terang Irwan.

Lepas dari itu, ada cerita dari Bendahara SDN Nguling 1. Beni Ade Setiawan. Menurutnya saat ditanya Pojok Kiri, setelah munculnya berita di media soal dana BOS digunakan untuk bayar hutang, sekolah sudah tidak lagi meneruskan untuk bayar cicilan selanjutnya. (ziz/lis)

Sudah dibaca : 183 Kali