Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pendidikan

Prahara Dana BOS Digunakan Bayar Hutang Di SDN Nguling 1, Siang Ini Kepsek Yanto Dan Penagih Hutang, Ninik Dipanggil Dispendik

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Januari 24, 2020

Akhmad Suyanto Kepsek SDN Nguling 1 bersama Ninik Maryati sang penagih hutang

Pasuruan, Pojok Kiri

Drs. Akhmad Suyanto, Kepsek SDN Nguling 1 bersama Hj. Ninik Maryati, S. Pd mantan Kepsek SDN 1 Nguling yang kini berdinas di SDN Sedarum 1 didampingi Bendahara Beni Ade Setiawan siang ini , Jum’at (25/01) sekira pukul 13. 40 WIB datang ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Kedatangan mereka ke Dispendik ini atas panggilan karena adanya prahara hutang yang dibayar menggunakan Dana BOS.

Kedatangan Yanto Kepsek SDN Nguling 1 yang menanggung hutang bersama Ninik sang penagih hutang ini sebagaimana informasi yang didapat Pojok Kiri untuk menemui Irwan staf bagian Penyusunan Program (Sungram) dan Pelaporan (dulu PRP, red) yang mengurusi masalah dana BOS.

Sejauh ini belum diketahui apa hasil panggilan itu, sebab Irwan saat dihubungi ke nomor ponselnya +62812350460xx tidak tersambung.

Lepas dari itu, Pojok Kiri sempat mendapat penjelasan dari bendahara SDN Nguling 1, Beni Ade Setiawan, Kamis malam (23/01). bahwa alasan pembayaran hutang menggunakan dana BOS saat itu pencairan semester 3 atau periode Juli-September masih proses  Kepsek, yakni Ninik.

“Meski sudah mutasi, untuk pelaporan dan pencairan, masih wewenang dari Kepsek lama. Sedang untuk semester 4, pencairannya sudah proses dan berjalan di Kepsek baru, “kata Beni Ade Setiawan.

Apa yang disampaikan oleh bendahara SDN Nguling 1 ini memunculkan pertanyaan baru. Bolehkah dana BOS digunakan untuk pembangunan fisik dan pemindahan taman?

Seperti diketahui, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disediakan pemerintah untuk pendanaan biaya bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar yang tujuan khususnya untuk membebaskan pungutan, serta meringankan beban siswa ternyata dipakai bayar hutang. Hal ini terjadi di SDN Nguling 1, Kabupaten Pasuruan. Hutang itu antara sekolah dan Kepsek lama, Ninik yang sempat menggunakan uang pribadi untuk perbaikan fisik sekolah dan pemindahan taman. Nilainya hutangnya Rp. 80 juta. (ziz/lis)

Baca Juga :  Kasus Dugaan Dana BOS Di SDN Nguling 1 Diselewengkan Untuk Bayar Hutang Beres Di Meja DIspendik? 
Sudah dibaca : 141 Kali