Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hukum

Tukang Mebel Nakal Asal Gondangwetan Dipolisikan, Terima Uang Barang Tak Kunjung Datang

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Januari 13, 2020
Rifky Hidayat, SH, Kuasa hukum dari Lukman Haqim saat menunjukkan bukti pengaduan

Pasuruan, Pojok Kiri

Mahfud, warga Dusun Pateguhan Timur (Sa’ar), Desa Pateguhan, Kecamatan Gondangwetan diadukan oleh Luqman Hakim (41), warga Dusun Kalimalang, Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan. Pasalnya, pria yang berbisnis mebelir ini diduga telah melakukan penipuan dengan modus menjual mebel, tetapi usai uang diberikan oleh pembeli, ternyata mebel yang dijanjikan tak kunjung datang.

Senin siang, (13/01), Luqman Hakim melalui kuasa hukumnya, Rifky Hidayat, SH mendatangi Polsek Kebon Candi untuk mengadukan masalahnya. Ia yang merasa ditipu oleh Mahfud tak mau membiarkan sang ‘penipu’ santai menikmati uang miliknya.

Kronologi penipuan yang menimpa Luqman sebagaimana disampaikan sang kuasa hukum, pada Juni 2019 lalu, Luqman memasan mebel kepada Mahfud berupa almari dan jendela kaca. Harga yang disepakati oleh keduanya senilai Rp. 5. 300.000.

Saat itu, pihak Luqman memberikan uang muka kepada Mahfud senilai Rp. 1 juta dengan janji 20 hari barang sudah bisa diterima.

Namun setelah 20 hari berselang, mebel yang dijanjikan tak kunjung datang. Alasannya saat itu, kayunya belum kering.

Meski agak jengkel, Luqman pasrah saja ketika Mahfud kembali berjanji segera menyelesaikan pesananya.

Untuk janji kali ini tidak 20 hari. Tak ada kata yang disampaikan berapa lama, bahasanya hanya segera.

Kata segera ala Mahfud ternyata tidak dalam hitungan hari, tapi berbulan-bulan.

Pada November 2019 , Mahfud menghubungi Luqman. Tentu saja Luqman gembira karena dianggap mebel pesanannya sudah selesai.

Baca Juga :  Kantor Dinas Koperasi Ikut Disegel KPK? #Lalu Kenapa Yang 3 Orang Dipulangkan? Ada Kabar Walikota Sebenarnya Tak Tahu Apa-Apa

Namun kegembiraan Luqman sirna. Bukannya barang yang ia pesan sudah jadi, Mahfud malah meminta tambahan uang senilai Rp. 3.300.000 dengan alasan akan dibuat sebagai dana tambahan hajatan khitan anaknya.

Luqman yang baik hati dan berharap mebel segera jadi main pasrah saja. Ia memberikan uang yang diminta Mahfud.

Setelah diberikan uang, Mahfud tak ada kabar. Mebel yang dipesan juga tak jelas kapan datang.

Kekesalan Luqman sepertinya sudah memuncak. Sadar kena tipu, ia lalu menggandeng pengacara dan mengadukan masalahnya ke polisi.

“Dengan pengaduan yang kami lakukan ini, kami berharap pihak kepolisian segera memproses. Sebab model penipuan seperti ini tidak bisa dibiarkan, “ujar Rifky Hidayat sang kuasa hukum dari Luqman Hakim. (Lis)

Sudah dibaca : 71 Kali