Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Dunia malam // Property

Awas!!! Jangan Gunakan Kemaksiatan Untuk Alat Jualan Di Kabupaten Pasuruan (1) #Lesu, Ruko Gempol 9 Manfaatkan Warung Remang-Remang Untuk Pikat Pembeli?

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Januari 10, 2020
Ruko Gempol 9

Pasuruan, Pojok Kiri

Selama ini ada investasi yang sudah bertahun-tahun berjalan di Kabupaten Pasuruan. Namun investasi yang dilakukan oleh para pengusaha itu terkadang tak sesuai harapan. Sehingga bukan untung yang didapat, tapi kebingungan yang menjerat.

Salah satu yang terlihat adalah investasi yang dilakukan group property City 9. Group yang sudah mengembangkan perumahan dan toko di kawasan Sukorejo, tetapi menggunakan nama City 9 Pandaan ini melebarkan jualannya di kawasan Gempol dengan membangun Ruko bernama Gempol 9.

Namun entah kenapa, di Kabupaten Pasuruan baik City 9 Pandaan maupun Gempol 9 perkembangannya sangat lesu. Alih-alih bisa mengangkat nama City 9, faktanya perumahan dan toko di Sekorejo bak perumahan mati, karena toko-toko bagian depan minim yang menempati.

Kondisi ini juga terjadi di Ruko Gempol 9. Ruko yang berada di kawasan raya Gempol-Pandaan yang masuk Mojorejo, Ngetal, Ngerong, Gempol ini sejak dibangun tahun 2013 hingga tahun 2020 ini informasinya hanya 20 persen saja yang laku. Hal ini sebagaimana dikatakan A’an sang pengelola kepada Pojok Kiri pada Senin, 30 Desember 2019 lalu.

A’an bercerita, Ruko Gempol 9 memang kurang laku. Hal ini karena harganya yang mencapai miliaran rupiah. Menurut dia, untuk Ruko depan saja harganya mencapai Rp. 2, 3 miliar, sedang bagian belakang berkisar 1 miliar lebih.

Mahalnya Ruko Gempol 9 ini membuat pengelola yang ada di Gempol 9 menjadi kelimpungan. Apalagi menurut A’an, ia juga diperintah oleh perusahaannya untuk meramaikan suasana Gempol 9 agar menjadi daya tarik bagi pembeli.

Baca Juga :  Tahun Baru, Awasi Warung Remang-Remang Seperti Meiko dan Gempol 9

Upayapun dilakukan. Berbagai kegiatan digelar, mulai pameran, lomba dan sebagainya dilaksanakan. Tujuannya satu, yaknibGempol 9 bisa ramai.

Namun upaya itu tetap tidak manjur. Penjualan Ruko Gempol 9 tetap lesu.

Kondisi ini membuat pengelola seolah bingung harus berbuat apa. Cara “gila” pun lalu dilakukan.

Cara itu berupa menyewakan Ruko bernilai miliaran itu dengan sistim bayar bulanan. Harganga Rp. 4, 5 juta perbulan dengan ketentuan minimal sewa selama 2 bulan.

Dengan model sewa bulanan ini menarik pebisnis warung untuk mencoba peruntungan. Mereka lalu membuka warung kopi.

Sayangnya, warung kopi biasa tak laku di Ruko yang memang sepi itu. Lalu muncullah ide nakal dengan membuka lapak karaoke dan menyediakan wanita sebagai pemandunya. Dengan model ini, warung menjadi laris.

Kondisi ini berjalam hingga menjadikan Gempol 9 kini dikenal sebagai tempat warung remang-remang.

Sejauh mana warung remang-remang di Gempol 9 beroperasi. Intip catatan Pojok Kiri berikutnya. (Lis- Bersambung)

Sudah dibaca : 109 Kali