Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Peristiwa

Gila!!! Hutang Lunas 2014, Hingga 2019 Agunan Sertifikat Tak Diberikan Oleh BRI, Warga Ngamuk!!!

   Redaksi Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Desember 26, 2019
Saat Forum Pasuruan Bersatu datangi BRI

Pasuruan, Pojok Kiri

H. Hidayat warga Desa Sumber Dawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan dibikin stres oleh ulah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pasalnya, nasabah BRI ini harus menghadapi fakta pahit karena sertifikat tanah miliknya yang menjadi agunan hutang ke BRI hingga akhir 2019 tidak kunjung diberikan padahal hutangnya sudah lunas tahun 2014 lalu.

Selama 5 tahun H. Hidayat berjuang sendiri untuk mendapatkan miliknya dengan terus mencari kejelasan sertifikatnya ke bank milik negara tersebut.

Namun oleh pihak bank, usaha H. Hidayat ini malah disepelekan dan hanya diberi janji bahwa BRI akan mengurusnya.

5 tahun bukan waktu yang pendek. Lelah dan putus asa dirasakan oleh pria yang kini sudah berusia 70 tahun itu.

Sikap BRI yang terkesan mempermainkan H. Hidayat yang tak lain nasabahnya sendiri ini akhirnya mendapat reaksi dari LSM yang tergabung di Forum Pasuruan Besatu.

Kamis (26/12) sekira pukul 10. 00 WIB, sejumlah LSM asal Pasuruan bersama ratusan warga mendatangi BRI Unit Grati untuk membantu H. Hidayat untuk mengambil sertifikat yang dikuasai oleh BRI.

Dipimpin oleh Umar Wirohadi salah satu senior di Forum Pasuruan Bersatu, para aktivis meminta kejelasan dari BRI unit Grati tempat H. Hidayat menaruh sertifikatnya sebagai agunan pinjaman.
Namun di Unit Grati, tim Pasuruan Bersatu tak mendapat jawaban yang memuaskan. Pihak kepala unit, Rini Kusbrianti yang dipaksa keluar hanya bisa berkata bahwa itu urusan BRI Cabang Pasuruan.

Baca Juga :  Biadap!!!! Ada Iblis Buang Bayinya Sendiri #Diduga Hasil Aborsi, Lokasi Kedondong Sumbergedang, Pandaan

Jawaban lepas tangan kepala Unit BRI Grati sedikit membuat tim Pasuruan Bersatu geram. Begitu enaknya kepala unit bank melakukan lempar masalah.

Lepas dari itu, demi H. Hidayat, warga yang terdholimi, tim Pasuruan Bersatu lalu mendatangi BRI Cabang Pasuruan di Jalan Pahlawan, Pekuncen, Panggungrejo.

Harapan tim Pasuruan Bersatu saat itu bisa bertemu kepala Cabangnya yang bernama Agus. Namun sang Kepala Cabang tidak berada di tempat.

Tim Pasuruan Bersatu lalu ditemui oleh salah satu manager yang bernama Toni. Kepada pria ini, tim Pasuruan Bersatu lalu menanyakan keberadaan sertifikat milik H. Hidayat yang sudah 5 tahun lenyap di kantor BRI.

Lagi-lagi jawaban BRI melalui sang menager mentah. Jawaban basa basi diluncurkan, bahwa pihak BRI akan mengurusnya.

Jawaban yang sama dengan 5 tahun lalu ini membuat tim Pasuruan Bersatu lebih geram. Mereka mengancam akan melaporkan kasus ini dalam ranah pidana karena BRI diduga telah menggelapkan sertifikat milik nasabahnya.

“Saat ini kami masih dalam kapasitas menanyakan, dimana sertifikat itu berada. Nyatanya jawaban yang kami terima mentah. Jadi langkah berikutnya selain akan melakukan demo lagi yang lebih besar, kami juga akan melaporkan secara pidana adanya dugaan penggelapan yang dilakukan oleh BRI, “ujar Umar Wirohadi yang mengaku telah mendapat kusa dari H. Hidayat. (ziz/lis)

Sudah dibaca : 77 Kali