Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Pemerintahan

Ada Dua Sosok Fenomenal Di Sekreariat DPRD Kabupaten Pasuruan, Kabarnya Salah Satu Akan Didepak

Pojok Kiri Pasuruan
21 November 2019

Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan


Pasuruan, Pojok Kiri
     Kasus dugaan korupsi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan yang saat ini sedang dalam proses persidangan berimbas pada situasi d Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan.
     Suasana di sekretariat Dewan yang dulunya selalu tenang, nyaman dan damai, sekarang berubah menjadi hangat bahkan cenderung panas.
     Kondisi ini terjadi lantaran di Sekretariat Dewan ada Dua sosok penting yang sebelumnya menjabat di kantor Dispora.
     Yang pertama adalah Abdul Munif, ia adalah mantan Kadispora yang saat ini menjabat Sekretaris Dewan (Sekwan).  Yang ke Dua adalah Heroe Boedi Soelistijo atau yang karib disapa Heru yang sebelumnya menjabat Kabid Pengadaan di Dispora, kini menjabat Kabag Umum di Sekretariat Dewan 
    Mantan atasan dan bawahan di Dispora yang kini menjadi atasan dan bawahan di Sekretariat Dewan ini, kini menjadi sosok fenomenal. Sebab dengan pindahnya “gerbong” yang notebene bermasalah ke Sekretariat Dewan telah mengubah situasi di Sekretariat Dewan dari yang sebelumnya adem menjadi menghangat. Hal ini lantaran ke Duanya masuk dalam jajaran saksi kunci dalam kasus dugaan korupsi di Dispora yang saat ini menjebloskan Lilik mantan Kabid Olahraga ke dalam penjara dalam status sebagai tersangka.
     Adanya Abdul Munif dan Heru di Sekretariat Dewan terus menjadi kejaran wartawan untuk dikonfirmasi. Hampir setiap hari mereka diuber wartawan untuk mendapat konfirmasi kaitannya kasus dugaan korupsi di Dispora tersebut.
    Catatan menarik dari Dua sosok fenomenal ini, untuk Abdul Munif meski kadang sedikit menghindar dari kejaran wartawan, ia secara gentleman masih mau menemui dan masih rela memberikan senyumnya kepada insan media. Lepas dari jawaban apapun yang disampaikan saat dikonfirmasi, Abdul Munif bisa dikatakan sosok yang tidak lari dari masalah.
     Hal ini berbeda dengan Heru. Anak buah Abdul Munif ini lebih fenomenal. Untuk bisa menemui Heru dalam rangka konfirmasi bak mengejar bayangan sendiri. Tampak di depan mata, tapi tidak bisa diraih.
     Pojok Kiri merasakan sulitnya mengkonfirmasi Heru, didatangi di ruang kerjanya ia pilih sembunyi. Ditunggu di luar ruangan langkahnya justru lebih cepat.
    Pria yang kini menjadi perbincangan wartawan, pengacara dan jaksa karena dalam kesaksian di persidangan Tipikor atas terdakwa Lilik ia memberikan keterangan berbelit dan mengingkari keterangannya sendiri yang sudah ia sampaikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) ini semakin fenomenal atas sikapnya yang terkesan tidak lagi hormat kepada Abdul Munif selaku atasan. Hal ini terbukti, saat Abdul Munif menghubungi Heru melalui telepon berkali-kali Rabu (20/11), sama sekali tidak digubris.
    Sikap Heru ini sempat membuat Abdul Munif geram. Ia yang merupakan atasan Heru merasa sudah tidak dianggap dan tidak dihormati.
      Situasi ini tentu saja tidak enak. Sikap tidak hormat Heru ke Abdul Munif selaku atasannya ini memunculkan wacana kuat bahwa Heru akan didepak dari jabatannya saat ini sebagai Kabag Umum. Selain memang agar situasi Sekretariat Dewan lebih adem jika keduanya di pisahkan, paling tidak keberadaan Heru yang sangat fenomenal tidak lagi membawa embel-embel nama Sekretariat Dewan.
    Sementara untuk Abdul Munif sendiri kabarnya masih akan dipertahankan di kantor Dewan karena posisi Abdul Munif adalah kebijakan Bupati. Tentu semakin tidak elok pejabat eselon 2 yang baru menempati jabatan pada bulan Juli 2019 lalu harus dipindah dalam waktu yang singkat. (Lis)

Baca Juga :  Garap Proyek Drainase Rp. 800 Juta Di Kersikan, Caranya Mirip Keduk Kuburan!

Sudah dibaca : 414 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri