Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hukum

Pasca Sidang Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dispora, Heru Pilih Sembunyi, Kamar Kecil Jadi Tempat Favorit

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: November 20, 2019

Heru saat jalani sidang saksi

Pasuruan, Pojok Kiri
     Entah gerah atau takut ditanya wartawan, pasca sidang dengan agenda pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan yang digelar pada Selasa (19/11), Heru Mantan Kabid Pengadaan Dispora saat ditemui wartawan untuk dikonfirmasi malah milih bersembunyi.
    Pojok Kiri yang mencari Heru yang saat ini menjabat Kabag Umum Setwan di ruangannya Rabu (20/11) sekira pukul 13.00 WIB sempat melihat sosoknya sedang duduk di kursi kerjanya, tetapi ia mendadak hilang masuk ke dalam kamar kecil ketika Pojok Kiri mengucapkan salam.
     Cukup lama Pojok Kiri menunggu Heru. Tetapi ia tetap bertahan di dalam kamar kecil. Bahkan beberapa staf yang ingin menemui pimpinannya itu dibuat bingung. Sebagian dari mereka juga ada yang sengaja berbohong dengan mengatakan Heru tidak ada.
     Mengapa harus sembunyi?
     Pojok Kiri yang menunggu cukup lama akhirnya bertemu Mantan Kadispora Munib sekira pukul 14.30 WIB. Ia yang menjabat Sekretaris Dewan menemui Pojok Kiri usai keluar dari ruangan salah satu Kasubbagnya.
    Munib yang kemudian menelpon Heru agar menemui Pojok Kiri ternyata mendapat perlakuan menyakitkan, panggilan telpon Munib tidak diangkat oleh Heru.
    “Padahal saya ini pimpinannya, “kata Munib dengan nada geram.
     Pojok Kiri lalu kembali berusaha menemui Heru yang menurut Munib ada di ruangannya. Kali ini pintu ruangan Heru sudah terkunci.
    Lepas dari itu, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan korupsi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan yang digelar pada Selasa (19/11) sempat memanas. Pasalnya, ada sikap salah satu saksi yang memberikan keterangan berlawanan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) jaksa.
    Saksi yang cukup fenomenal itu adalah Heroe Boedi Soelistijo atau yang karib disapa Heru.
    Pria yang saat ini menjabat sebagai Kabag Umum Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan dalam memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor, Surabaya sering mengingkari keterangan yang ia sampaikan di BAP.
    Beberapa pengingkaran yang ia lakukan adalah soal persetujuan pemotongan 10 persen anggaran kegiatan yang disepakati dalam rapat. Ia mengaku tidak tahu soal kesepakatan pemotongan itu dengan alasan telat saat mengikuti rapat.
     “Saya memang ikut rapat, tapi saya tidak tahu ada pembahasan potongan 10 persen. Saya datang terlambat saat rapat itu, dan sudah mau selesai. Jadi, saya tidak tahu,” kata Heru.
    Sementara itu, ketika pengacara menanyakan soal adanya transfer dana senilai Rp. 3 juta dari salah satu rekanan ke rekening milik istrinya, Heru juga mengaku tidak tahu.
    Sikap Heru yang berbelit-belit dalam memberikan kesaksian dan terkesan bohong dengan mengingkari BAP ini membuat JPU dan pengacara terdakwa Lilik geram.
    Atas pengingkaran BAP ini, JPU Trian mengatakan, pihaknya akan memperkuat dengan bukti-bukti.
    Selain JPU, pengacara terdakwa Lilik juga geram. Eliza, salah satu pengacara lalu memohon kepada hakim agar Heru ditatapkan sebagai tersangka.
    “Yang mulia hakim, karena saudara saksi Heroe Boedi Soelistijo berbelit-belit dalam memberikan keterangan, kami mohon agar saksi ditetapkan sebagai tersangka, “ucap Eliza dalam persidangan yang kemudian dicatat oleh panitera. (Lis)

Sudah dibaca : 142 Kali