Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Hukum

Dianggap Tak Masuk Akal, Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Perusakan Patung Lambang Divisi 2 Kostrad

Pojok Kiri Pasuruan
13 November 2019

Patung yang dirusak


Pasuruan, Pojok Kiri
    Kasus perusakan patung lambang Divisi 2 Kostrad, Malang oleh Mu’ali Suhanda (23), warga Dusun Popoh RT 02 RW 07, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung pada Rabu,18 Septenber 2019 lalu berkas perkaranya oleh penyidik Satreskrim Polres Pasuruan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan pada 6 November lalu. Namun oleh jaksa berkas tersebut dikembalikan untuk dilengkapi (P 19).
    Hendi jaksa di seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Pasuruan yang menangani perkara ini kepada Pojok Kiri, Rabu (13/11) membenarkan pengembalian berkas tersebut. Menurut Hendi, berkas perkara kasus perusakan patung lambang Divisi 2 Kostrad, Malang itu perlu dilakukan tambahan dengan memasukkan unsur ahli terkait kekuatan bangunan, termasuk ahli terkait seberapa besar kekuatan pelaku hingga mampu menghancurkan bangunan yang cukup besar seorang diri.

Pelaku saat ditangkap

     “Kenapa catatan itu yang kami sampaikan, sebab kejadian ini tak masuk akal. Bagaimana seorang pria kecil sendirian mampu merobohkan bangunan itu. Tentu ada unsur lain yang harus dibuktikan, seperti kekuatan bangunannya, termasuk faktor kekuatan pelaku yang memang janggal, “kata Hendi.
     Untuk diingat kembali, pada 18 September 2019 lalu, seorang pendaki Gunung Arjuna tiba-tiba mengamuk saat berada di jalur pendakian gunung Arjuna Antabugo Dusun Tambakwatu, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
    Di lokasi itu, pendaki bernama Mu’ali Suhanda yang mendadak mengamuk itu menghancurkan patung lambang Divisi 2 Kostrad, Malang.
    Beberapa saksi yang saat itu bersama pelaku meyakini pelaku dalam kondisi kerasukan.
    Atas fakta-fakta lapangan ini, jaksa melihat ada yang janggal atas perbuatan pelaku. Kekuatan pelaku yang di luar kemampuan manusia biasa menjadi catatan lain yang oleh penyidik harus dibuktikan, termasuk kekuatan bangunan itu sendiri.
    Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasuruan, Andrian Wimbard saat dikonfirmasi Pojok Kiri menganggap petunjuk dalam P19 jaksa dianggap mengada-ada. Ia menyebut petunjuk yang diberikan adalah upaya jaksa untuk tidak menyidangkan perkara tersebut.
   “Perkaranya sudah jelas kok, kenapa ngasih petunjuk yang susah dipenuhi, ucapnya. (Lis)

Baca Juga :  ABG 17 Tahun Asal Gununggangsir Nyonyor!!! Kepergok Nyolong Motor Di Cangkringmalang

Sudah dibaca : 339 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri