Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pemerintahan

Jalan Rusak Parah Di Rebono, Wonorejo. Disindir Lewat Tulisan, Perangkat Desa Membabi Buta Melakukan Pencopotan

Pojok Kiri Pasuruan
22 Oktober 2019

Perangkat desa saat melakukan pencopotan banner sindiran warga

Pasuruan, Pojok Kiri
     Warga Dusun Rebono Barat, Desa Rebono, Kecamatan Wonorejo geram. Pasalnya, mereka yang selama 1 bulan terakhir ini memasang sejumlah banner dengan tulisan sindiran atas kondisi jalan yang hancur justru mendapat perlawanan dari desa.
    Sejumlah banner yang isinya mengkecam kondisi jalan hancur yang tidak pernah ada perbaikan, Senin (21/10) dicopoti oleh perangkat desa secara membabi buta.
     Misbahul Munir, salah satu warga Rebono Barat kepada Pojok Kiri, Selasa (22/10) mengaku sangat marah dengan ulah perangkat desa ini. Ia menganggap perbuatan perangkat yang mencopoti banner bertuliskan sindiran atas jalan rusak itu sebagai bentuk pencederaan terhadap warga.
Sejumlah banner yang sebelumnya terpampang
     “Ini kan lucu, kami warga hanya minta jalan diperbaiki, bukan mencari masalah. Jika Kades dan perangkat tidak nyaman dengan tulisan-tilisan yang kami pasang, harusnya mereka mengajak warga untuk bicara dan ada niat untuk memperbaiki jalan. Bukan malah membabi buta mencopoti banner yang kami pasang. Ini jaman demokrasi hai perangkat. Kami warga juga punya hak bersuara. Kalau memang tersinggung atas tulisan-tulisan itu, jalannya donk diperbaiki. Bukan mencopoti tulisan yang kami pasang, sungguh memalukan, “ungkap Misbahul Munir.
      “Tulisan-tulisan itu kami pampang sebagai bentuk luapan kekesalan kami sebagai warga selama lebih 20 tahun tidak pernah merasakan perbaikan jalan. Ban motor selalu bocor saat lewat jalan itu, anak sekolah ogah bersekolah di SD Rebono karena harus melewati jalan yang hancur. Jalannya dipenuhi batu tajam, bikin kaki sakit, “ujarnya.
     Suara keras juga diucapkan warga lain bernama Basri. Ia mengkecam kelakuan perangkat yang mencopoti tulisan-tulisan yang dipajang di sepanjang jalan. 
Jalan Di Rebono Barat
     “Tulisan-tulisan itu expresi kekecewaan warga, jika Kades dan perangkat desa malu membaca tulisan itu, jalannya donk diperbaiki. Bukan main copot, “teriaknya geram.
     Untuk diketahui, jalan di Rebono Barat ini kondisinya sudah sangat hancur, jalan yang berdebu saat kemarau dan bak comberan saat musim hujan itu juga dipenuhi batu-batu tajam bak pisau. Setiap kendaraan yang lewat hampir selalu mengalami ban bocor.
    Akibat kondisi jalan yang sangat hancur itu, warga harus mengalami kerugian, termasuk akses perekonomian terhambat.
     Tak hanya itu, keberadaan sekolah dasar yang ada di Rebono Barat tak diminati murid karena malas lewat jalan rusak yang penjangnya mencapai 2 kilo meter tersebut.

     Hingga berita ini turun, belum ada penjelasan soal pencopotan banner tersebut dari pihak desa. (Yud)
Sudah dibaca : 435 Kali