Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hukum

Sudah Siap Mental, Lilik Siap Seret Petinggi Dispora Ke Penjara

Pojok Kiri Pasuruan
21 Oktober 2019

Lilik Wijayanti Budi Utami

Pasuruan, Pojok Kiri
     Tersangka dugaan korupsi di tubuh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan, Lilik Wijayanti Budi Utami, Selasa (22/10) masuk jadwal sidang ke Dua. Pada sidang kali ini, Lilik yang didampingi dua pengacara wanita, Elisa dan Wiwik dijadwalkan akan menyampaikan penolakan atau keberatan atas dakwaan yang disampaikan jaksa (eksepsi).
     Masih harus dilaluinya proses eksepsi yang kemudian dilanjut dengan tanggapan penuntut umum, lalu ada proses putusan sela, maka dapat disimpulkan untuk pembuktian atas dakwaan jaksa masih menunggu waktu yang cukup lama.
     Jika dijadwal setiap sidang ada penundaan selama 1 minggu, maka minimal harus dilalui selama 3 minggu hingga proses pembuktian dilakukan. Hal ini akan lebih lama jika penuntut umum maupun terdakwa belum siap sehingga mengajukan penundaan.
     Lepas dari itu, jika dalam putusan sela sang hakim memutus untuk melanjutkan persidangan, maka kesiapan mental terdakwa Lilik yang harus diuji. Sejauh mana ia akan berani buka-bukaan sebagaimana yang pernah disampaikan saat ia akan ditahan, bahwa dalam setiap pemotongan anggaran yang disebut sebesar 10 persen, semuanya atas perintah Kadispora.
     Elisa dan Wiwik sang pengacara Lilik saat ditanya Pojok Kiri terkait hal ini, Senin (21/10) menyampaikan, untuk mental kliennya, Lilik sudah sangat kuat dan tenang. Menurutnya, kliennya akan membuka semua yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi ini.
     “Tidak ada takut, tidak ada ragu. Klien kami akan bongkar semua. Siapa saja yang terlibat akan diseret ke penjara. Klien kami sudah tidak ada beban. Dia tidak mau dikorbankan sendiri. Kadispora dan Kabid-Kabid lain yang terlibat, semua harus diseret ke penjara. Semua akan dibongkar dalam persidangan nanti, “ujar Elisa dan Wiwik.
     Untuk diketahui, sidang perdana perkara tindak pidana korupsi dengan terdakwa Lilik Wijayanti Budi Utami, di Pengadilan Tipikor Surabaya digelar pada Selasa (15/10) lalu.
    Dalam agenda awal itu, dua jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kabupaten Pasuruan, Ahmad Muzaki dan Trian Yuli Diarsa membacakan dakwaan terhadap terdakwa Lilik yang merupakan mantan Kepala Bidang (Kabid) Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan.
     Dalam dakwaannya, JPU menyebut bahwa pada setiap pencairan anggaran kegiatan yang dilaksanakan Dispora selama tahun 2017, ada pemotongan sebesar 10 persen. Selain itu, disebut juga ada dugaan mark up anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak terdakwa.
     Catatan total keuangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sebagaimana dakwaan jaksa mencapai nilai sebesar Rp 918.827.239.
     Dakawaan jaksa itu oleh Lilik disanggah. Disebut, pemotongan itu dilakukan langsung oleh bendahara Dispora.
     “Saya tidak memegang uang kegiatan. Pemotongan uang dilakukan bendahara atas perintah Kepala Dinas, “sanggah Lilik kala itu. (Lis)
Sudah dibaca : 273 Kali