Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hot // Hukum // Peristiwa

Mangkir 3 Kali Panggilan Jaksa, 2 Tersangka Dugaan Korupsi TKD Bulusari Dijemput Paksa

Pojok Kiri Pasuruan
17 Oktober 2019

Yudono dan Bambang saat proses penahanan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Yudono, mantan Kepala Desa dan Bambang Nuryanto mantan Ketua BPD Bulusari, Kecamatan Gempol dijemput paksa oleh tim penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Kamis pagi (17/10) sekira pukul 05. 00 WIB.
    Penjemputan paksa ini dilakukan setelah keduanya selalu menghindar dari panggilan yang sudah 3 kali dilayangkan.
    Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra kepada wartawan menyampaikan, Yudono dan Bambang Nuryanto sejak ditetapkan tersangka tidak kooperatif saat dipanggil. Mereka kompak tidak datang dengan alasan sakit bahkan tanpa alasan untuk panggilan ke Dua dan Ke Tiga.
     Sementara itu, saat proses penangkapan atau penjemputan paksa, tim dari seksi Pidana Khusus tidak mengalami kesulitan. Sebab saat dilakukan jemput paksa, Yudono masih dalam kondisi tertidur di ruang tamu rumahnya.

    Demikian juga dengan Bambang, mereka sama-sama sedang menikmati mimpi, tanpa sadar jika dirimya sudah ditunggu oleh tim dari Kejari Kabupaten Pasuruan.
     Pagi itu, ke Duanya lalu digelandang menuju kantor Kejari Kabupaten Pasuruan di Raci.
     Setelah berada di kantor Kejari, ke Duanya menunggu proses penahanan. Selama proses menunggu itu, ke Duanya didatangi pengacaranya lalu melakukan upaya agar kliennya tidak ditahan.
    Namun karena sikap Yudono dan Bambang tidak kooperarif, jaksa dengan kewenangan subyektifnya dikhawatirkan tersangka melarikan diri, maka keduanya dilalukan penahanan.
    Proses penahanan ini dilakukan jaksa sekira pukul 15. 15 WIB. Keduanya ditahan selama kurun waktu 20 hari ke depan.
     Kasi Pidsus Denny Saputra menegaskan, untuk penahanan yang dilakukan sudah sesuai prosedur hukum.
     Sementara itu, pengacara Yudono, Nur Qosim mengaku akan melakukan upaya hukum berupa praperadilan, serta upaya penangguhan penahanan karena kliennya sedang sakit dan masih dalam upaya menggugat secara perdata atas tanah yang dianggap milik desa.
     “Kami akan upaya hukum praperadilan. Sebab tanah yang dianggap sebagai tanah kas desa (TKD) itu sebenarnya tanah milik pribadi. Saat ini masih proses gugatan perdata. Untuk upaya penangguhan penahanan juga akan kami lalukan karena klien kami sedang sakit, “ujar Nur Qosim.
     Untuk diketahui, ditahannya Yudono dan Bambang ini karena keduanya diduga telah melakukan korupsi uang negara melalui giat penambangan tanah kas desa (TKD).
    Hasil dari penambangan itu tidak dimasukkan kas desa, akan tetapi digunakan untuk kepentingan sendiri.
    Hasil lidik hingga penyidikan di tingkat Kejari Kabupaten Pasuruan, sebagaimana dikatakan Kasi Pidsus,  jumlah uang negara yang dinikmati oleh kedua tersangka mencapai Rp. 3 milyar. (Lis)

Baca Juga :  Kasus Dispora Tinggal Penetapan Tersangka, Jaksa Siap Gunakan Ahli Hitung Lain Jika Inspektorat Jadi Penghambat
Sudah dibaca : 333 Kali