Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Uncategorized

LSM Resmi Adukan RSUD Bangil Ke Polres Pasuruan

Pojok Kiri Pasuruan
10 Oktober 2019

Lebel : RSUD Bangil

Tanda terima surat aduan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Dugaan kelalaian yang dilakukan dokter RSUD Bangil, Vidya Eka Damayanti yang atas tindakannya meninggalkan pasien sehingga berdampak pada kematian pasien secara resmi diadukan oleh LSM LIRA, LSM Cinta Damai, serta perwakilan masyarakat non organisasi.
    Kamis (10/10) perwakilan LSM LIRA Jatim, Prima, Ketua LSM Cinta Damai, Hanan, Anjar perwakilan masyarakat datang ke Polres Pasuruan sambil membawa berkas ber map hijau.
     Isi dari map itu sebagaimana ditunjukkan kepada Pojok Kiri adalah surat aduan atas dugaan kelalaian pihak rumah sakit, dalam hal ini dokter Vidya Eka Damayanti.
     Pengaduan itu disampaikan ke Polres Pasuruan dan diterima oleh Seksi Umum sekira pukul 12.00 WIB.
LSM saat di ruang pengaduan Polres Pasuruan
     Prima selaku juru bicara LSM menyampaikan, aduan yang mereka sampaikan itu terkait adanya kasus dimana dokter Vidya yang bertanggungjawab atas pasien bernama Eko BS (38) warga Desa Lumbang, Kecamatan Prigen tidak melakukan visite (pengecekan berkala) dalam beberapa hari sehinga terjadi penurunan darah putih, dari sebelumnya 161 anjlog menjadi 116 setelah dirawat selama 3 hari.
     Akibat dari sikap dokter itu, pasien EKo BS akhirnya meninggal dunia, Senin (07/10).
     Prima menyebut, kelalaian yang dilakukan dokter ini merupakan cerminan buruk pelayanan RSUD Bangil yang harus diselidiki dari sisi hukum.
    “Inti aduan ini agar ada tindakan dari pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Sebab akibat kelalaian yang terjadi, ada pasien yang menjadi korban, “ujar Prima.
     Terpisah, atas aduan yang dilakukan LSM ke Polres ini, M. Jundi, Wadir Pwlayanan di hadapan wartawan mengaku akan menjelaskan semua ke pihak kepolisian.
     “Kami akan jelaskan semua bahwa yang terjadi tidak demikian. Sebab meski ditinggal oleh dokter Vidya yang bertanggungjawab di poli penyakit dalam. Tetap ada visite yang dilakukan oleh dokter spesialis, “kata M. Jundi. (Lis)
Sudah dibaca : 180 Kali