Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pemerintahan

Soal Peran DLH Di Kabupaten Pasuruan, Ini Kata M. Mujibudda’awat, Lulusan S-2 Pascasarjana Unair, Bidang Studi Hukum Lingkungan

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Oktober 8, 2019

Lebel : Lingkungan Hidup

Mujibudda’awat

Pasuruan, Pojok Kiri
     Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memang keren ketika disebut. Dinas yang mengawasi lingkungan, khususnya sebagai penghalau bagi setiap limbah perusahaan yang dibuang ke sungai ini pantas disebut sebagai dinas dengan julukan pahlawan lingkungan.
     Namun DLH daerah mana yang layak mendapat sebutan itu. Sebab di Kabupaten Pasuruan, DLH tak lebih sebagai dinas ‘dunia roh’ yang layak diberi lebel, dinas antara ada dan tiada.
   Fakta, saat warga marah dengan menutup jalan di Bujeng sebagai bentuk protes atas sungai yang tercemar limbah perusahaan, Senin (07/10), DLH entah kemana. Jangankan badannya, bokongnya saja tidak keliatan.
    Seiring dengan itu, seorang kawan bernama M.Mujibudda’awat, S.Ag, SH, MH, lulusan S-2 Pascasarjana Unair, Bidang Dtudi Hukum Lingkungan dan Mantan DPRD Kab Pasuruan periode 2009-2014 dan 2014-2019 serta aktivis lingkungan hidup menilai, ada dan tidaknya DLH tidak memberi dampak yang positif terhadap pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Pasuruan, khususnya terkait pengawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di pabrik-pabrik.
     Dalam hal ini, Mujib panggilan akrabnya juga menyoroti kapasitas pimpinan di DLH. Menurut dian, Kepala Dinasnya harus dipimpin oleh orang memiliki pendidikan sarjana lingkungan hidup.
     “Kalau hanya di isi oleh ASN yang karena faktor eselonnya sudah mencukupi tanpa mempertimbangkan basik keilmuannya, maka selamanya pengelolaan lingkungan hidup di pasuruan tetap carut marut seperti saat ini. Apalagi saat ini Pltnya dikabarkan hanya sekelas eselon 3 yang basik pendidikannya entah apa. Makin kacau, “ujarnya lantang. (Lis)

Baca Juga :  Kumpulkan Puluhan Perusahaan Bahas Pencemaran Lingkungan, DLH Abaikan Desa Terdampak, Pak Kades Tak Diundang
Sudah dibaca : 272 Kali