Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Uncategorized

Seteru Ojol VS Opang Pandaan, Sampai Kapan?

Pojok Kiri Pasuruan
26 September 2019

Moment anggota Opang saat merazia Ojol

Pasuruan, Pojok Kiri
     Keberadaan ojek online (Ojol) tak dapat dipungkiri sangat memudahkan seseorang yang menggunakan jasanya. Sebab hanya dengan klik aplikasi, si Ojol langsung datang menjemput. Hal ini tentu sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan jasa ojek. Apalagi harga yang dipatok oleh ojol sesuai aplikasi dan tercatat sangat murah.
     Namun, adanya Ojol ini membuat pengojek lain merasa dirugikan. Mereka adalah para pengojek pangkalan (Opang) yang dalam mencari sewa (penumpang, red) mangkal di tempat-tempat tertentu.
     Menjerit dan marah, itu yang terjadi. Penumpang Opang turun drastis ketika anggota Ojol semakin banyak yang seolah merajai bisnis jemput menjemput penumpang. Ujungnya perseteruan Ojol dan Opang terjadi, hingga tak jarang sampai adu jotos demi mendapatkan penumpang.
     Saling serang, saling merazia, saling ancam terus terjadi. Hingga muncullah ‘pasukan Ojol’ dan ‘pasukan Opang’ yang setiap saat bisa terjadi pertempuran.

Moment anggota Opang saat merazia Ojol

      Di Kabupaten Pasuruan kondisi ini sudah terjadi, tepatnya di kawasan Kecamatan Pandaan.
     Di kawasan ini, Opang yang jumlahnya mencapai sekitar 2 ribu anggota yang kemudian membentuk kelompok masyarakat pengojek setiap hari merazia Ojol yang kedapatan menaikkan penumpang di tempat yang dianggap sebagai pangkalannya. Razia terus dilakukan dengan satu tujuan agar Ojol dilenyapkan di kawasan Pandaan.
     Namun para Ojol tidak tinggal diam. Setiap kali dirazia, mereka selalu melawan. Perkelaihan-pun tak dapat dihindarkan.
     Sampai kapan kondisi ini terus terjadi?
     Ketua paguyuban Opang, Hendrik kepada Pojok Kiri, Kamis (26/09) mengatakan, para Opang hanya meminta agar aplikasi Ojol khusus wilayah Pandaan dimatikan. Dengan demikian Ojol hanya bisa memgambil penumpang di luar Pandaan.
     “Kami meminta agar aplikasi Ojol untuk wilayah Pandaan dimatikan, jika Ojol terus bergerak di Pandaan, maka Opang ini bisa mati, kasihan, mereka cari makan, “ungkap Hendrik.
     Sejauh ini belum ada perbincangan antara Pojok Kiri dengan paguyuban Ojol Pandaan. Namun beberapa warga Pandaan yang sering menggunakan jasa Ojol menyarankan agar Opang bersaing dengan membuat aplikasi sama kayak Ojol.
     “Buat saja aplikasi khusus Opang wilayah Pandaan, sebab penumpang itu pengen dimudahkan dengan dijemput, bukan mendatangi, “kata salah satu warga. (Lis)

Baca Juga :  Bibit Bagus Dan Kuatnya Arahan Dinas Pertanian, Petani Rembang Mampu Panen 3 Ton Jagung Di Musim Hujan
Sudah dibaca : 182 Kali