Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pemerintahan

Diduga Curang, Panitia Penyaringan dan Penjaringan Sekdes Karangasem Dipanggil DPR

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: September 24, 2019

Saat pertemuan dengan Komisi 1 DPRD Kab. Pasuruan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kecewa dengan hasil keputusan panitia penyaringan dan penjaringan Sekretaris Desa (Sekdes) Karangasem,  Wonorejo, para calon yang dinyatakan tidak lolos ngadu ke DPRD Kabupaten Pasuruan.
     Atas aduan ini, Senin, (23/09) sekira pukul 09.00 WIB, DPRD Kabupaten Pasuruan melalui Komisi 1 akhirnya memanggil panitia dan para calon.
     Selain panitia dan para calon, Kades Karangasem, Camat Wonorejo dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pasuruan juga turut hadir pada pertemuan tersebut.
     Catatan yanh diterima Pojok Kiri, ada 5 poin aduan yang disampaikan para calon kepada Komisi . Intinya adalah ketidaktransparanan panitia dalam proses penjaringan dan penyaringan.
     Menurut para calon, kesalahan panitia yang paling fatal adalah panitia tidak mengikuti aturan tahapan seleksi yang sudah diatur dalam Perbub pasuruan No 27 tahun 2017 pasal 8 ayat 3 yang isinya mengatur tahapan seleksi yang meliput ujian tertulis, penetapan hasil ujian, penyampaian hasil ujian, serta pengumuman hasil ujian.

Panitia bersama calon terpilih

     “Pada waktu proses ujian seleksi tanggal 9 September, panitia hanya mengumumkan hasil ujian para peserta secara global, jika melihat dari aturan tersebut, seharusnya panitia menetapkan dan menyampaikan hasil dari semua seleksi yang ada, baru kemudian diumumkan hasilnya, “ujar Warda salah satu calon.
     “Contoh kejanggalan terjadi pada saya. Dari Empat tahapan uji seleksi hanya tiga yang saya ikuti. Sementara pada seleksi penyampaian visi misi saya tidak mengikuti tahapan tersebut karena saya mengundurkan diri. Lucunya, hasil nilai ujian saya justru mendapat rangking kedua teratas. Cara menilainya bagaimana kok bisa tinggi, ”tambah Warda.
     Dalam aduan itu, para calon meminta Dua opsi untuk dilalukan. Pertama, membentuk panitia khusus untuk menyelidiki proses penjaringan dan penyaringan yang diduga sarat dengan kongkalikong, ke Dua, mendukung para calon untuk mengajukan gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), agar bisa dilaksanakan ujian ulang.
     Sementara itu dari pihak panitia yang diketuai oleh Achmad Sutikno bersikukuh bahwa pihaknya sudah menjalankan proses dengan benar. Namun sayangnya, pada saat Komisi 1 DPRD Kabupaten Pasuruan meminta panitia untuk menunjukkan data saat proses pelaksanaan, panitia tidak bisa menunjukan. Bahkan sempat beberapa kali panitia ditegur oleh Ketua Komisi 1 karena dianggap tidak tertib di ruang rapat dan sering memotong pembicaraan tanpa ijin pimpinan rapat.
     Karena pihak panitia tidak bisa menunjukkan dokumen dan data yang diminta, Komisi 1 lalu menjadwalkan pemanggilan lanjutan kepada panitia dan pihak terkait.
     “Karena pihak panitia tidak bisa menunjukkan dokumen dan data yang kami minta, maka kami akan mempertemukan kembali semua pihak yang terkait pencalonan Sekdes ini. Saya harap dalam pertemuan nanti, panitia membawa dokumen otentik yang dibutuhkan, “tandas Ketua Komisi 1. Dr. Kasiman (yud)

Baca Juga :  SMAN 1 Bangil Juarai Lomba Promo Wisata Tingkat Dunia

Sudah dibaca : 124 Kali