Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hukum // Kriminal

Warga Kersikan Nyolong Sepeda Pancal, Dijual Lewat FB. Langsung Masuk Bui

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: September 20, 2019

Pelaku dengan sepada yang dicuri

Pasuruan, Pojok Kiri
     Fathur Rokhman (38) warga Jalan Tawes No. 762-A Rt. 002/006, Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil ini pantas disebut sebagai ahlinya jual beli online. Bayangkan saja, ia yang mendapatkan barang berupa sepeda pancal dari hasil curian langsung di pos di Facebook (FB) sambil diberi lebel ‘sepeda dijual’.
     Apa yang dilakukan Fathur Rokhman si maling sepeda pancal ini tentu saja menggiringnya ke dalam penjara. Sebab sang pemilik bernama Winarko warga Kelurahan Kolursari, Bangil yang merasa kehilangan sudah melapor setelah sepedanya dicuri saat ngopi di sebuah warung kawasan Kelurahan Kolursari pada Rabu (18/09).
     Sepeda pancal jenis Polygon itu di pos di forum jual beli FB dengan bandrol harga Rp. 2 juta. Foto sepedanya juga dipajang oleh pelaku tanpa merasa berdosa.
     Dijualnya sepeda hasil curian di FB tentu saja memudahkan polisi untuk menangkap pelaku. Tinggal tawar menawar harga, deal lalu ketemuan.
     Kamis (19/09) atau sehari pasca kejadian dicurinya sepeda pancal itu, si maling merasa gembira karena sepeda yang dijual sudah ada yang setuju membeli. Lumayan 2 juta, pikirnya.
    COD atau Call On Dilevery sebuah istilah jual beli online-pun dilakukan. Maka COD alias bertemu untuk transaksi terjadi. Pelaku setuju bertemu dan bertransaksi di kawasan Stadion Pogar, Bangil sekira pukul 10.30 WIB. Pelaku tak sadar jika calon pembelinya adalah petugas dari Polsek Bangil.
     Sesampainya di lokasi, pelaku yang dengan santai membawa sepeda hasil curiannya dengan cara dituntun sambil mengendarai motor akhirnya ditangkap. Ia pun langsung dibui. 

     Atas perbuatannya ini, pelaku harus mendekam cukup lama di dalam penjara. Sebab sebagaimana dikatakan Kanit Reskrim Polsek Bangil, Aiptu Agus Sucipto, pelaku dijerat pasal pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara. (isb/lis)

Sudah dibaca : 121 Kali