Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Hot // Hukum // Kriminal

Minimal Dua Alat Bukti Sudah Terpegang, Kasus Dugaan Korupsi Pada Pengadaan Lahan Puskesmas Wonorejo Naik Ke Penyidikan

Pojok Kiri Pasuruan
28 Juni 2019

Kasi Pidsus, Deny Syaputra


Pasuruan, Pojok Kiri
     Ekspose perkara terkait kasus dugaan korupsi pada pengadaan lahan Puskesmas Wonorejo yang dilakukan tim Kejari Kabupaten Pasuruan, Kamis (27/06) akhirnya memastikan perkaranya naik dari penyelidikan (lid) ke penyidikan (dik). Hal ini sebagaimana dikatakan Kajari Kabupaten Pasuruan melalui Kasi Pidsus, Deny Syaputra, Jum’at (28/06).
    Alasan menaikkan perkara dugaan korupsi pada pengadaan lahan Puskesmas Wonorejo ini menurut Denny, karena minimal dua alat bukti sudah terkantongi.
    “Dari hasil penyelidikan, semua data yang kami dapat mengarah pada adanya perbuatan melawan hukum yang menggunakan uang negara. Semua data tersebut dalam proses penyidikan akan kami jadikan bukti, serta ditambah saksi-saksi yang menjadikan kasus ini naik ke penyidikan, “terang Deny.
     Dengan naiknya kasus dugaan korupsi pada pegadaan lahan Puskesmas Wonorejo dari lidik ke sidik ini, otomatis akan ada pemeriksaan ulang terhadap para saksi. Ke depan tentunya akan muncul tersangka satu orang atau beberapa orang yang nantinya akan dijebloskan ke dalam bui.
     Untuk diketahui, rencana Pemkab Pasuruan merelokasi Puskesmas Wonorejo dari lokasi awal di Desa Wonorejo ke lokasi baru di Desa Wonosari melalui Dinas Kesehatan sedikit tercederai. Pasalnya, pada proses pengadaan tanah di tahun 2018 lalu, ada kasus diduga grativikasi terkait pembelian tanahnya yang saat ini sudah ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan dan sudah melalui proses penyelidikan.
     Selama proses lidik sebagaimana dikatakan Kasis Pidsus, ada 11 orang saksi yang sudah dipanggil, diantaranya Kadis Kesehatan, pemilik lahan, Kepala Desa Wonosari, Camat, Kepala Puskesmas Wonorejo serta sejumlah saksi lain.
     Para saksi yang sudah dilidik itu nantinya akan kembali diperiksa dalam proses yang lebih menakutkan, yakni penyidikan. Pada proses ini akan muncul tersangka yang tentunya akan dijebloskan ke dalam penjara.
    Kira-kira dari para saksi itu, siapa yang akan menikmati hari-harinya di dalam kamar berjeruji besi karena sudah bermain dengan uang negara? Kita ikuti saja kelanjutannya. (Lis)

Sudah dibaca : 398 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri




close